SALAM PAPUA (TIMIKA) - Pimpinan Dewan Perwakilan
Daerah Provinsi (DPRP) Papua Tengah menyoroti dua isu krusial dalam hearing
yakni akses kapal perintis jalur Jita yang terhambat pendangkalan muara serta
dampak tailing Freeport yang memperburuk kondisi sungai.
Hearing dihadiri Anggota DPRP Papua Tengah Jhon NR Gobay,
Anggota DPRP Papua Tengah Yohanes Felix Helyanan, Kapolda Papua Tengah Brigjen
Pol. Jermias Rontini, Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel
Kemong serta masyarakat adat setempat.
Hearing ini dilaksanakan oleh STIH Mimika yang mendukung
beberapa kegiatan DPRP Papua Tengah, dengan mengangkat tema “Mencari solusi
terhadap kendala pelayanan kapal perintis ke dermaga Sipu Sipu Distrik Jita
Mimika dan Pengelolaan Tailing Mimika”, yang dilaksanakan di Ballroom Hotel
Horison Diana, Timika, Selasa (5/5/2026).
Jhon NR Gobay menyampaikan, jalur Jita ini telah
diperjuangkan dari tahun 2023, namun hingga saat ini tidak dapat diakses, maka
dalam hearing ini diharapkan dapat memberikan solusi untuk akses jalur kapal
perintis Jita dan Agimuga. Sehingga jalur ini memiliki fasilitas transportasi
yang memadai.
Kemudian terkait tailing ini akan tetap ada selama PTFI beroperasi,
maka sebaiknya tailing ini dapat dimanfaatkan oleh anak-anak Mimika untuk
peluang bisnis.
“Kalau bisa jadi peluang bisnis, maka kami DPRP Papua Tengah
akan pastikan izinnya diberikan kepada anak-anak Mimika sebagai pemilik hak
ulayat. Sama halnya dengan kampung nelayan harus segera dijalankan, kami harap
masyarakat kampung dapat memanfaatkan hal ini sehingga mendapatkan anggaran
APBN,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Johannes Rettob menyampaikan terima
kasih kepada DPRP Papua Tengah yang mau membahas permasalahan di Mimika. Diharapkan
dalam hearing ini dapat menghasilkan rekomendasi dan dapat disepakati bersama
sehingga menjadi masukan bagi semua pihak dan pimpinan pada pemerintah pusat.
“Yang paling penting dalam pertemuan ini kita mendapatkan
solusi dari permasalahan saat ini, dan kita harus mendapatkan kesepakatan
lintas sektor. Sehingga semua masukkan menjadi prioritas program ke depan,” tuturnya.
Ketua STIH Mimika, Maria Florida Kotorok mengatakan pihaknya
sebagai mitra DPRP Papua Tengah saat ini dipercayakan untuk melaksanakan
hearing DPRP Papua Tengah. Dengan mengangkat masalah yang akan didiskusikan,
yakni pendakalan dan tailing. Ini merupakan ruang yang baik agar mendapat
solusi terbaik bagi masyarakat Mimika.
“Kami adalah mitra DPRP Papua Tengah yang selalu digandeng
dan saat ini kami dipercayakan melaksanakan hearing. Kami harap adanya
tanggapan dari semua pimpinan yang kemudian akan kita rumuskan bersama sehingga
menghasilkan solusi dan rekomendasi hang dapat ditindaklanjuti,” pungkasnya.
Penulis: Evita
Editor: Jimmy

