SALAM PAPUA (TIMIKA) - Omba Nariki merupakan salah
satu kampung terpencil diapit bukit nan sejuk dan muara biru, yang berada di
perbatasan Kabupaten Mimika, Papua Tengah dan Kabupaten Kaimana, Papua Barat.
Kampung Omba Nariki, Distrik Teluk Etna ini, dihuni 280 KK
dan secara demografis wilayah adat didominasi suku Kamoro yang menyebar dari
wilayah Mimika Barat Jauh.
Pantauan salampapua.com, di pinggiran sungai Acara nampak
deretan rumah panggung dengan bangunan khas masyarakat Papua pesisir. Namun di
tengah kampung terdapat ratusan rumah permanen yang tertata rapi secara
berderat.
Di tengah kampung, dibangun jalan tailing dengan pagar kayu
besi yang dicat berwarna merah biru menggunakan dana Pokja YPMAK tahun 2025
lalu.
Ratusan warga, baik anak-anak hingga orang dewasa sangat
ramah menyapa setiap tamu yang berkunjung.
Keindahan lain dari kampung ini adalah adanya gereja
dan sekolah SD yang dibangun di atas bukit, serta sejumlah pehon kelapa yang
menjulang.
Sayangnya, hingga saat ini warga kampung ini tergolong jauh
dari layanan kesehatan oleh Pemkab Kaimana, sehingga mereka cenderung memilih
untuk berobat ke Puskesmas Potowaiburu, Distrik Mimika Barat Jauh.
"Layanan kesehatan lebih terjangkau ke Puskesmas
Potowaiburu dengan menempuh waktu kurang lebih 1 jam, BBM 20 liter untuk
pulang pergi. Sementara kalau ke ibu kota Distrik (Teluk Etna), kami harus
menempuh waktu 2 sampai 3 jam, dan boros BBM sampai 60 liter untuk
pulang dan pergi," pungkas Kaur Pembangunan Kampung Umbanariki, Simson
Omapoka, Minggu (3/5/2026).
Hal ini dibenarkan warga Omba Nariki, Yusuf Yemuni, yang
mengatakan bahwa meski telah ada Pustu, tapi petugas kesehatan dari kabupaten
Kaimana jarang melakukan pelayanan.
"Iya, kami lebih memilih ke Puskesmas Potowaiburu
Mimika," ujar Yusuf saat diwawancarai singkat salampapua.com.
Penulis: Acik
Editor: Jimmy

