SALAM PAPUA (NABIRE) – Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengajak generasi muda Papua untuk terus menjaga persatuan, kedamaian, dan nilai kasih dalam kehidupan bermasyarakat melalui momentum Kebaktian Budaya Bangsa Zona III Papua Tengah dan Hari Ulang Tahun International Sion Kids Movement (ISKIM) ke-20.

Kegiatan rohani yang berlangsung di Gedung Graha Bethesda, Karang Mulia, Nabire, pada 12–14 Mei 2026 tersebut mengangkat tema “Jangan Berhenti Berdoa untuk Sion Yerusalem Israel Sebelum Melihat Hasil.”

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Tengah, Alantino Wiay menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh keluarga besar ISKIM atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Alantino mengatakan Kebaktian Budaya Bangsa bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter generasi muda Papua agar hidup takut akan Tuhan serta menghargai keberagaman budaya.

“Papua Tengah adalah tanah yang diberkati Tuhan dengan keberagaman suku, bahasa, dan budaya. Karena itu kita semua memiliki tanggung jawab menjaga persatuan, kedamaian, dan kehidupan masyarakat melalui nilai kasih dan budaya,” ujarnya.

Menurutnya, pembinaan generasi muda melalui kegiatan keagamaan sangat penting dalam menciptakan masyarakat yang damai dan harmonis di Papua Tengah.

Ia juga menilai perjalanan 20 tahun ISKIM menjadi bukti kesetiaan pelayanan dalam membangun iman dan karakter generasi muda Papua.

“Pemerintah Provinsi Papua Tengah mendukung setiap kegiatan pembinaan masyarakat dan keagamaan yang membawa dampak positif bagi pembangunan sumber daya manusia serta terciptanya suasana damai di Papua Tengah,” katanya.

Kegiatan tersebut dihadiri tokoh gereja, komunitas doa, peserta dari berbagai daerah di Papua Tengah, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Selain ibadah dan pujian penyembahan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan deklarasi peniupan sangkakala, seminar rohani, sambutan pemerintah, dan jamuan kasih bersama seluruh peserta dan jemaat.

Sementara itu, Bupati Nabire yang diwakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kehidupan sosial, persaudaraan, dan toleransi di tengah masyarakat Papua.

“Kita ingin generasi muda menjadi pribadi yang beriman, berkarakter, cinta damai, dan mampu menjadi pengawal kedamaian di tengah masyarakat,” ujarnya.

Tema kegiatan diambil dari firman Tuhan dalam Kitab Yesaya 62:1-2 yang menekankan pentingnya doa bagi Sion dan Yerusalem sebagai simbol pengharapan dan keselamatan bagi bangsa-bangsa.

Penulis: Elias

Editor: Sianturi