SALAM PAPUA (NABIRE) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Dogiyai terus memperkuat langkah pelestarian warisan budaya daerah, dengan melakukan survei lapangan bersama Tim Provinsi, pada Selasa (5/5/2026), dalam rangka pengambilan data untuk penetapan Cagar Budaya melalui bidang kebudayaan.

Pada kegiatan tersebut, Disparbud Kabupaten Dogiyai secara aktif mendorong sejumlah objek penting untuk ditetapkan sebagai Cagar Budaya. Tiga bangunan yang diusulkan meliputi Kopi P5 Moanemani, Gereja Katolik Sta. Imakulata Moanemani, dan Gereja Katolik Timepa. Ketiganya dinilai memiliki nilai historis, sosial, dan budaya yang tinggi bagi masyarakat setempat.

‎Selain itu, tujuh situs budaya juga menjadi fokus perhatian, yakni Situs Mauwa, Situs Idakebo, dan Situs Auki Modio dan Danau Makamo. Tidak hanya itu, dua kawasan budaya turut diusulkan sebagai bagian dari penguatan identitas daerah, yaitu Kawasan Lembah Hijau Kamuu dan Mapia-Piyaye.

‎Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Kabupaten Dogiyai, Natan N. Tebai mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya lokal, khususnya budaya Suku Mee yang menjadi identitas utama masyarakat Dogiyai.

‎“Harapan kami dalam tahun ini sudah ada hasil konkret dari proses ini, sehingga ke depan Dogiyai dapat menjadi daerah konsentrasi pusat pelestarian dan pengembangan budaya Suku Mee,” ujarnya.

‎Dengan potensi budaya yang kaya dan beragam, Dogiyai diproyeksikan menjadi pusat peradaban baru yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal.

Pemerintah daerah pun menegaskan komitmennya untuk menjadikan sektor kebudayaan sebagai salah satu fokus utama pembangunan ke depan.

‎Langkah ini diharapkan tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga membuka peluang pengembangan pariwisata budaya yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Penulis: Elias

Editor: Jimmy