SALAM PAPUA (NABIRE) - Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Dogiyai, Yohanes Degei mengaku panitia khusus (Pansus) tragedi Dogiyai berdarah sudah dibentuk sejak tiga Minggu yang lalu.

“Surat Keputusan (SK) Pansus sudah ada, tinggal kami tunggu cair dana dari Pemkab lantaran kami tidak punya DPA untuk laporkan Aspirasi peristiwa tragedi berdarah ke kementerian HAM dan DPR RI Pusat," ujar Yohanes Degei kepada awak media di Nabire, Selasa malam (5/5/2026).

Yohanes mengatakan, lembaga legislatif sedang menunggu tanggapan dari eksekutif untuk menangani kasus tragedi tersebut.

"Jika ada tanggapan dari pemerintah, kami siap eksekusi sesuai mekanisme lembaga ke provinsi dan pusat," katanya.

Menurut dia, pihaknya selalu ada dalam setiap persoalan seperti tragedi berdarah dan konflik sosial yang terjadi di Kabupaten Dogiyai.

“Jika pemerintah Dogiyai sudah Akomodir dana berarti kasus ini akan kami bawa ke pusat serupa dengan kabupaten puncak, Bupati dan Ketua DPRK ketemu Menteri HAM dan DPR RI pusat," tuturnya.

Jadi, lanjut dia, pihaknya akan tetap menunggu respon dari eksekutif, dan pihaknya siap mengawal hingga pelaku penembakan diungkap, diadili hingga diproses hukum.

"Untuk unsur-unsurnya sebagai bukti kami sudah siap data korban penembakan seperti foto, video, dengan sejarah, lalu pertama kami akan ketemu Panglima (TNI) dan keduanya kementerian/Komnas HAM," ujarnya.

Penulis: Elias

Editor: Jimmy