SALAM PAPUA (TIMIKA) – Tenaga kesehatan (nakes) program Kampung Sehat YPMAK mengungkapkan angka kasus malaria di Kampung Umar Ararau, Distrik Mimika Barat Jauh, tergolong tinggi.

Dalam tiga bulan terakhir, tim nakes aktif melakukan skrining dan menemukan sebanyak 81 kasus terkonfirmasi, baik dengan gejala maupun tanpa gejala.

“Kami baru tiga bulan bertugas di sini dan terus melakukan skrining secara intensif,” ujar Bidan Madina Tulhujjah, Jumat (1/5/2026).

Untuk penanganan, nakes tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga memastikan pasien menjalani terapi hingga tuntas. Mereka bahkan memantau langsung pasien hingga ke lokasi aktivitas warga, termasuk area pendulangan emas di Kali Jera.

“Kami pastikan pasien minum obat sampai selesai. Bahkan kami ikut memantau ke lokasi mereka bekerja,” jelasnya.

Ketersediaan obat, lanjutnya, sejauh ini masih terpenuhi melalui pengiriman rutin dari Timika.

Sementara itu, Perawat Bernardeta Batlyayeri menambahkan, selain malaria, warga juga banyak mengeluhkan nyeri otot dan tulang belakang akibat aktivitas berat seperti mendulang emas dan memikul kelapa.

Pelayanan kesehatan dilakukan di basecamp nakes, dan pasien dengan kondisi tertentu akan dirujuk ke Puskesmas Taparmai.

“Kami layani di basecamp, namun jika perlu rujukan, kami antar ke puskesmas,” ujarnya.

Kaur Pembangunan Kampung Umar Ararau, Ernius Pairio, mengapresiasi kinerja nakes Kampung Sehat YPMAK yang dinilai responsif dan dekat dengan masyarakat.

“Walau baru tiga bulan, mereka sangat aktif dan selalu hadir melayani warga,” katanya.

Ia berharap YPMAK terus menjaga pasokan obat agar pelayanan kesehatan dapat dilakukan maksimal di kampung tanpa harus sering merujuk pasien ke fasilitas yang lebih jauh.

“Kalau ke Taparmai butuh waktu dan biaya BBM,” pungkasnya.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi