SALAM PAPUA (TIMIKA) – Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Yapakopa, Distrik Mimika Barat Jauh, mengoptimalkan pengelolaan anggaran sebesar Rp 300 juta dari Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro tahun anggaran 2025 untuk berbagai kebutuhan masyarakat.

Ketua Pokja Kampung Yapakopa, Ignatius Auti, menjelaskan bahwa anggaran tersebut difokuskan pada pengadaan seng bagi 60 kepala keluarga (KK), perbaikan rumah ibadah, serta kebutuhan teknis lainnya.

“Pengadaan seng kami salurkan sesuai kebutuhan masing-masing keluarga, terutama untuk mengganti atap rumah yang sudah bocor,” ujar Ignatius saat kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Divisi Sosial Ekonomi YPMAK di Balai Kampung Yapakopa, Sabtu (2/5/2026).

Selain itu, Pokja juga memberikan bantuan pengecatan dinding dan plafon Gereja Katolik Santo Yusuf serta melakukan perbaikan motor listrik yang digunakan masyarakat.

Untuk tahun anggaran 2026, Pokja merencanakan langkah strategis dalam mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda kampung. Salah satunya dengan membuka alur sungai baru dan menutup sejumlah anak sungai yang menjadi penyebab genangan air.

“Kami akan normalisasi alur kali, membuka jalur baru dan menutup anak-anak kali yang selama ini memicu banjir ke kampung,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Yapakopa, Saverius Naemo, mengapresiasi kinerja Pokja dalam memanfaatkan anggaran secara maksimal dan tepat sasaran.

Ia mengakui sebagian anggaran masih terserap untuk kebutuhan operasional dan transportasi, namun hasil program dinilai sudah dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Ke depan Pokja harus lebih solid dan kompak. Yang terpenting, anggaran yang ada benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, bukan disalahgunakan,” tegas Saverius.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi