SALAM PAPUA (NABIRE) – Mahasiswa dan rakyat Papua yang tergabung dalam Solidaritas Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (Ipmado) se-Indonesia menggelar demonstrasi di Nabire, Papua Tengah, Senin pagi (11/5/2026).

Pantauan media ini, massa aksi dari lima titik kumpul mulai bergerak sejak pukul 08.00 WIT. Dalam aksi tersebut, mahasiswa dan masyarakat membentangkan berbagai spanduk yang menyoroti tragedi di Dogiyai yang disebut telah merenggut nyawa warga sipil dan menimbulkan trauma mendalam bagi masyarakat.

Sejumlah tulisan pada spanduk di antaranya berbunyi, “Dogiyai Butuh Keadilan, Bukan Darah yang Terus Tumpah”.

Massa aksi menuntut aparat mengusut tuntas kematian Brigadir Juventus Edowai (JE) dan lima warga sipil, melakukan investigasi independen, menghentikan pendekatan kekerasan di Tanah Papua, serta menegakkan hukum secara adil dan transparan.

Dalam pamflet lainnya, massa juga menyuarakan penolakan terhadap kriminalisasi warga sipil, mendesak penghentian kekerasan terhadap masyarakat dan dunia pendidikan, serta meminta pengusutan dugaan pelanggaran HAM di Dogiyai.

Koordinator titik kumpul Wadio, Yance Pogau, dalam orasinya mendesak Kapolres Dogiyai dan Kapolda Papua Tengah segera mengusut tuntas kasus penembakan yang menewaskan lima warga sipil dan Brigadir Juventus Edowai.

“Segera bentuk tim investigasi independen untuk mengungkap pelaku penembakan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti peran pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menyikapi situasi yang terjadi di Dogiyai.

Hingga berita ini diterbitkan, massa aksi di lima titik kumpul masih melanjutkan orasi dan mendapat pengawalan ketat dari aparat gabungan hingga pukul 10.34 WIT.

Penulis: Elias Douw

Editor: Sianturi