SALAM PAPUA (TIMIKA) – Badan Riset dan Inovasi Daerah
(BRIDA) Kabupaten Mimika akan menggelar Mimika Innovation Week (MIW) 2026
sebagai wadah kompetisi inovasi dan pameran kreativitas yang melibatkan
berbagai elemen masyarakat untuk mendukung terwujudnya Mimika sebagai Smart
City.
Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya yang hanya
diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), MIW 2026 akan membuka ruang
partisipasi yang lebih luas, mulai dari masyarakat umum, pelajar tingkat SD
hingga SMA/SMK, anak-anak berkebutuhan khusus, hingga berbagai pemangku
kepentingan di luar pemerintah.
Plt. Kepala BRIDA Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo, S.STP.,
M.Si., mengatakan MIW 2026 dirancang sebagai ajang yang memberikan kesempatan
bagi seluruh masyarakat untuk menyalurkan ide, gagasan, dan inovasi yang dapat
mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
“Pada tahun 2025, MIW masih terbatas pada lingkup OPD. Tahun
ini kami membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat, satuan pendidikan,
anak-anak berkebutuhan khusus, hingga stakeholder di luar BUMN dan BUMD untuk
ikut berpartisipasi,” ujar Slamet saat memimpin rapat persiapan MIW 2026 di
Kantor BRIDA Mimika, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, kompetisi tersebut akan dibuka dalam tujuh
kategori inovasi yang memberikan ruang bagi siapa saja yang memiliki ide
kreatif dan solusi inovatif untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di
Kabupaten Mimika.
Salah satu kategori yang mendapat perhatian khusus adalah
Inovator Inklusif Mimika, yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas,
termasuk siswa Sekolah Luar Biasa (SLB).
“Kami ingin memberikan ruang yang setara bagi anak-anak
berkebutuhan khusus untuk menampilkan kreativitas dan inovasi mereka.
Harapannya akan lahir berbagai inovasi terbaik yang bermanfaat bagi masyarakat
Mimika,” katanya.
Selain kategori inklusif, enam kategori lainnya akan
mengakomodasi berbagai segmen pengembangan Smart City. Melalui MIW 2026, BRIDA
berupaya menghubungkan berbagai potensi inovasi yang ada di masyarakat
sekaligus mengangkat nilai-nilai budaya lokal agar mampu bersaing di tingkat
nasional maupun internasional.
“Dengan MIW ini, kami ingin menghubungkan seluruh elemen
masyarakat, mengangkat budaya lokal, dan mendorong inovasi Mimika agar dapat
dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional,” tambahnya.
Slamet menjelaskan, pendaftaran peserta akan dibuka
bersamaan dengan peluncuran resmi MIW 2026 pada 9 Juni mendatang. Masyarakat
dapat mendaftarkan diri melalui portal resmi Sistem Informasi Riset dan Inovasi
Daerah Kabupaten Mimika (Siridakami).
Dalam proses penilaian, BRIDA akan melibatkan dewan juri
dari berbagai lembaga, antara lain Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri
(BSKDN), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), akademisi, Pemerintah
Kabupaten Mimika, serta BRIDA Mimika.
Ia menegaskan bahwa kompetisi tersebut tidak hanya
diperuntukkan bagi inovasi berbasis aplikasi atau teknologi digital, tetapi
juga terbuka bagi ide, konsep, dan solusi inovatif yang dituangkan dalam bentuk
proposal serta didukung dokumentasi video.
“Peserta harus mampu mengidentifikasi persoalan yang ada,
kemudian menawarkan ide atau inovasi yang dapat menjadi solusi atas
permasalahan tersebut. Jadi tidak terbatas pada inovasi aplikasi saja,”
pungkasnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

