SALAM PAPUA (TIMIKA) – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika menanam 400 pohon kelor (Moringa oleifera) di Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Jumat (5/6/2026), sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting, penguatan ketahanan pangan keluarga, dan pelestarian lingkungan.

Kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu mengusung tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim” dan melibatkan masyarakat, kader PKK, pemerintah daerah, serta sejumlah pemangku kepentingan.

Ketua TP-PKK Mimika, Susana S. Herawati Rettob, mengatakan penanaman pohon kelor merupakan program prioritas TP-PKK Provinsi yang harus ditindaklanjuti hingga tingkat distrik dan kampung.

Menurutnya, peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi harus diwujudkan melalui langkah konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Lingkungan bukan hanya tempat kita tinggal, tetapi sistem yang menopang kehidupan. Dari lingkungan yang sehat kita memperoleh udara bersih, air bersih, serta sumber daya alam yang menjadi penunjang kehidupan manusia,” ujar Susana.

Didampingi Wakil Ketua TP-PKK Mimika, Perina Kula Kemong, ia menegaskan komitmen organisasi yang dipimpinnya untuk terus mendorong program pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.

“Kami berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan hidup dan memperkuat ketahanan pangan, khususnya di tingkat rumah tangga,” katanya.

Susana menjelaskan, tanaman kelor dipilih karena memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan beragam manfaat kesehatan. Berdasarkan berbagai penelitian, daun kelor mengandung vitamin, mineral, antioksidan, serta zat gizi yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah anemia, menjaga kesehatan jantung, mendukung produksi ASI, hingga dimanfaatkan dalam perawatan kulit.

Selain kaya manfaat, tanaman kelor juga relatif mudah dibudidayakan dan mampu tumbuh dengan baik pada kondisi cuaca kering yang sering terjadi di sejumlah wilayah Mimika.

“Distrik Wania memiliki wilayah yang cukup luas. Karena itu kami menanam 400 pohon kelor dengan harapan masyarakat dapat mengembangkannya secara mandiri sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh banyak keluarga,” ujarnya.

Ia berharap tanaman kelor dapat menjadi salah satu sumber pangan bergizi yang mudah diakses masyarakat sekaligus mendukung program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Mimika.

Sementara itu, Bupati Mimika, Johanes Rettob, memberikan apresiasi atas inisiatif TP-PKK yang dinilai mampu mengintegrasikan aspek pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, gerakan penanaman kelor memiliki nilai strategis karena tidak hanya berkontribusi terhadap penghijauan lingkungan, tetapi juga mendukung upaya peningkatan kualitas gizi keluarga.

“Gerakan ini sangat luar biasa karena menyentuh dua aspek penting sekaligus, yaitu pelestarian lingkungan dan peningkatan ketahanan pangan serta kesehatan keluarga. Pohon kelor memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi dan dapat menjadi salah satu solusi dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Mimika,” kata Johanes.

Ia berharap kader-kader PKK terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat tanaman kelor serta mendorong pemanfaatannya sebagai bagian dari menu konsumsi sehari-hari keluarga.

Selain itu, pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah terkait diminta untuk terus mendukung pengembangan budidaya kelor di berbagai distrik dan kampung sebagai bagian dari strategi pembangunan kesehatan masyarakat berbasis pangan lokal.

Johanes juga menilai penanaman 400 pohon kelor di Kampung Nawaripi akan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan, mulai dari peningkatan tutupan hijau, menjaga kualitas tanah, hingga mendukung kelestarian ekosistem setempat.

“Kalau gerakan seperti ini dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan masyarakat, manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga oleh generasi mendatang,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika bersama TP-PKK menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pelestarian lingkungan, penguatan ketahanan pangan, dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Pantauan Salampapua.com, kegiatan penanaman pohon kelor tersebut turut dihadiri Direktur sekaligus Executive Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma, Vice President Environmental PT Freeport Indonesia, Gesang Setyadi, serta sejumlah pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Penulis: Acik

Editor: Sianturi