SALAM PAPUA (TIMIKA) – Konflik antar kelompok warga di
Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, hingga kini masih terus terjadi. Untuk
meredam dan mencegah meluasnya konflik, Polsek Kwamki Narama mengedepankan
peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pembinaan dan pendekatan kepada
masyarakat.
Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, mengatakan
Bhabinkamtibmas memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban
masyarakat melalui kegiatan pembinaan, sosialisasi, serta penyampaian imbauan
secara langsung kepada warga.
“Peran Bhabinkamtibmas sangat penting sebagai pilar terdepan
dalam situasi seperti ini,” ujar Iptu Yusak, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, Bhabinkamtibmas harus aktif turun ke lapangan
dan membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kepala
suku, tokoh adat hingga kepala perang (woemum), guna memberikan pemahaman
terkait hukum positif dan pentingnya menjaga perdamaian.
Ia menjelaskan, sejumlah faktor yang kerap memicu konflik
antar kelompok di wilayah Kwamki Narama antara lain pengaruh minuman keras
(miras), kecemburuan sosial, perselingkuhan, hingga dendam yang berasal dari
persoalan masa lalu.
Karena itu, pendekatan persuasif dan edukatif dinilai
menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah terjadinya konflik yang lebih
besar.
Iptu Yusak juga mengapresiasi berbagai upaya yang selama ini
telah dilakukan oleh para Bhabinkamtibmas dalam membangun komunikasi dan
kedekatan dengan masyarakat. Menurutnya, pendekatan tersebut telah memberikan
dampak positif dalam menjaga situasi keamanan di wilayah Kwamki Narama.
“Selama ini upaya pendekatan yang dilakukan kepada
masyarakat cukup memberikan dampak positif. Karena itu kami berharap para
Bhabinkamtibmas terus bekerja dan memberikan pemahaman tentang hukum positif
kepada seluruh masyarakat,” katanya.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi

