SALAM PAPUA (KENYAM)- Pemerintah Kabupaten Nduga, Papua
Pegunungan memprioritaskan pembangunan di sektor pendidikan dan kesehatan pada
tahun anggaran 2026 ini. Hal itu disampaikan Bupati Kabupaten Nduga, Yoas Beon,
SIP kepada Salampapua.com, Selasa (2/6/2026).
“Dimana pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Nduga memang
sangat tertinggal jauh dan bahkan hampir tidak ada pelayanan yang baik. Tidak
hanya karena pengaruh sosial saja namun karena dinamika yang terjadi dengan
adanya situasi keamanan yang tidak terjamin, sejumlah distrik ada di daerah
pengungsian dan hampir 11-12 distrik dikosongkan,” ujarnya.
Bahkan sambungnya, mobilisasi masyarakat Nduga sedang ada di
ibukota Kabupaten Nduga, Kenyam, dan juga ada di Timika dan lebih banyak ada ke
Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Sehingga faktor pelayanan pendidikan dan
kesehatan menjadi hambatan.
“Dan kami sedang berpikir menjadikannya sebagai prioritas
bagaimana kita bisa memberikan pelayanan terbaik dengan sarana yang terbatas
ini dan kami menyadari, kami memiliki banyak kekurangan baik di pendidikan dan
kesehatan terutama sarana dan prasarana penunjang maupun obat-obatan,”
paparnya.
Juga sambungnya tenaga pendidik dan tenaga medis yang akan
memberikan pelayanan kepada anak-anak di Nduga maupun pelayanan kesehatan
kepada masyarakat. Namun dengan segala kekurangan yang dimiliki, Pemda Nduga
sedang mengambil langkah-langkah bagaimana bisa keluar dari ketertinggalan itu
yang dimiliki.
“Selain pendidikan dan kesehatan, kami juga prioritaskan
beberapa sarana-prasarana pembangunan fisik seperti infrastruktur jalan, dimana
jalan dari pelabuhan menuju Nduga itu juga menjadi prirotas kita. Karena
sepanjang jalan ini banyak jembatan yang rusak kemudian juga ada yang sedang
terkena erosi oleh kali dan sungai Kali Kenyam,” ungkapnya.
Untuk itu dikatakan Bupati Yoas, hal itu menjadi konsentrasi
pemerintah dan berbagai cara akan dilakukan dimulai dari perbaikan jalan yang
sudah rusak dan juga irigasi. Dimana memindahkan kali yang sedang terjadi
supaya bisa terjaga dari erosi yang sedang terjadi karena terkikis air dan
hal-hal itu sedang giat dilakukan.
“Bahkan sampai kami membangun jalan aspal dan sebagian aspal
sudah terbangun dan sebagian belum dilakukan. Direncanakan dari pelabuhan
menuju Nduga tahun ini harus aspal. Kemudian ada beberapa titik juga melalui
Balai Provinsi Papua Pegunungan, kami akan membangun aspal di dalam kota ada
2-3 trase akan kami bangun,” tuturnya.
Kemudian juga pihaknya akan membangun jalan mulai dari
ibukota Kabupaten Nduga, Kenyam menuju Banggebeak dan itu menjadi jalan urat
nadi ekonom atau daerah penyangga menuju ke Distrik Mbua Tengah maupun Distrik
Empetpen.
“Kemudian ada beberapa aktivitas yang sedang kami lakukan
seperti bantuan-bantuan keagamaan, berhubung kita juga mendukung kegiatan
religius keagamaan dan sedang terjadi di Kabupaten Nduga,” jelasnya.
Daerah Nduga kata Bupati Yoas juga memang masih sangat
tertinggal tidak hanya di bidang faktor pembangunan namun juga pada soal
keimanan.
“Kami sering disebut sebagai masyarakat yang primitif,
sering kita tidak memahami, kita berpikir bahwa kita sering sampaikan bahwa
anak Injil tapi kebenaran Injil sesungguhnya seperti apa banyak yang belum
memahami. Berbicara tentang keimanan banyak yang hanya di mulut dan di bibir,”
tandasnya.
Untuk itu Bupati berharap gereja-gereja juga memberikan
pelayanan-pelayanan dan bukan hanya pelayanan namun juga memberikan kesadaran
kepada warga atau jemaat masing-masing gereja-gereja agar memiliki kesadaran
iman kepada Tuhan. Sehingga, daripada iman itulah yang akan memunculkan
kebenaran-kebenaran yang akan menjadi landasan hidup setiap manusia untuk
memberikan pengembangan diri untuk mendukung pembangunan yang ada di daerah
Kabupaten Nduga.
“Mungkin itu yang menjadi gambaran yang akan menjadi
prioritas dan kami tahun lalu juga sudah melakukan kegiatan rekonsiliasi dan
dalam waktu dekat kami juga akan segera melakukan rekonsiliasi dan
langkah-langkah bagaimana duduk antara lembaga adat, pemerintah daerah dan
gereja untuk kami evaluasi perjalanan pemerintahan, perjalanan adat juga,”
terangnya.
Sebab ketiga lembaga tersebut tambahnya adalah lembaga mitra
yang perlu duduk saling mendukung, saling bekerjasama dalam pembangunan
Kabupaten Nduga yang dimiliki tersebut.
Penulis/Editor: Sianturi

