Araminus Omaleng Dorong Kolaborasi Pemda Dan PTFI Tingkatkan Kesejahteraan Para Pensiunan Di Kelurahan Kuala Kencana Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Araminus Omaleng (kanan) bertemu dengan Lurah Kuala Kencana, Edward Pentury pada kunjungan kerja, Jumat (24/7/2026)(Salampapua.com/Dokumen Araminus Omaleng)

Araminus Omaleng Dorong Kolaborasi Pemda Dan PTFI Tingkatkan Kesejahteraan Para Pensiunan Di Kelurahan Kuala Kencana

SALAM PAPUA (KUALA KENCANA) – Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Araminus Omaleng, menyoroti kondisi ekonomi warga pensiunan yang bermukim di Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika. Menurutnya, kelompok masyarakat yang telah lama mengabdi, terutama para pensiunan PT Freeport Indonesia (PTFI), membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah maupun perusahaan.

Hal tersebut disampaikan Araminus saat melaksanakan kunjungan kerja di Kelurahan Kuala Kencana, Jumat (24/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dan berdialog dengan Lurah Kuala Kencana, Edward Pentury, di Kantor Kelurahan Kuala Kencana untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait kondisi ekonomi dan pelayanan bagi warga pensiunan.

Araminus mengatakan sebagian besar warga yang tinggal di RT 3 hingga RT 6 merupakan pensiunan dan lanjut usia yang telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun kepada perusahaan. Karena itu, menurutnya, sudah selayaknya ada langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, terutama di bidang ekonomi.

"Saya melihat perlu ada perhatian khusus terhadap perkembangan ekonomi masyarakat pensiunan. Mereka sudah mengabdi dan berkontribusi bagi perusahaan selama bertahun-tahun, sehingga perlu ada dukungan bersama dari pemerintah maupun perusahaan," ujarnya.

Ia menilai keberadaan Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi salah satu solusi untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat pensiunan di Kuala Kencana.

Menurut Araminus, pemerintah bersama PTFI perlu memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan koperasi tersebut agar menjadi wadah pemberdayaan ekonomi warga.

"Kompleks tempat mereka tinggal sebagian besar dihuni oleh para pensiunan. Perputaran ekonomi bisa dibangun melalui koperasi sehingga masyarakat tetap memiliki aktivitas ekonomi yang produktif," katanya.

Araminus menjelaskan, kondisi lingkungan tempat tinggal para pensiunan juga menjadi tantangan tersendiri. Lahan di belakang rumah relatif terbatas sehingga tidak memungkinkan untuk kegiatan pertanian atau usaha produktif lainnya. Selain itu, akses menuju pusat Kota Timika juga cukup jauh sehingga membutuhkan perhatian dalam penyediaan layanan publik.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah dan PTFI membangun kolaborasi yang lebih erat untuk menyusun langkah-langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pensiunan.

Menurutnya, sinergi kedua pihak tidak hanya diperlukan untuk memperkuat ekonomi warga, tetapi juga meningkatkan pelayanan kesehatan, pelayanan sosial, serta kebutuhan dasar lainnya.

"Harus ada kolaborasi antara pemerintah dan PT Freeport Indonesia agar kehidupan masyarakat pensiunan lebih terjamin. Tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga pelayanan kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Araminus berencana memfasilitasi forum diskusi yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Mimika, PT Freeport Indonesia, Lurah Kuala Kencana, para Ketua RT, serta perwakilan warga.

Forum tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi bersama mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat pensiunan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.

"Kami akan menggelar forum diskusi bersama Lurah Kuala Kencana, Ketua RT, warga, pemerintah daerah, dan PT Freeport Indonesia untuk membahas langkah-langkah konkret demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pensiunan di Kuala Kencana," pungkasnya.

Penulis/Editor: Sianturi