SALAM PAPUA (KENYAM) – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nduga mulai melaksanakan verifikasi berkas bagi tenaga honorer kategori K2 dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Selasa (28/7/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Kenyam ini dipimpin oleh Kepala BKPSDM Kabupaten Nduga, Septinus Pondayar, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Panitia, didampingi Sekretaris Panitia Merianus Kogoya, S.IP, dan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Juli 2026.
Pada hari pertama pelaksanaan, panitia memberikan pengarahan kepada seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan verifikasi secara tertib serta mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan. Pengarahan tersebut dilakukan sebagai upaya memperlancar proses pemberkasan sekaligus mengantisipasi berbagai kendala yang pernah terjadi pada pelaksanaan sebelumnya.
Sekretaris Panitia, Merianus Kogoya, S.IP, mengatakan pengalaman pelaksanaan pemberkasan pada tahun-tahun sebelumnya menjadi bahan evaluasi agar proses verifikasi tahun ini berjalan lebih baik. Seluruh peserta diminta datang tepat waktu, mengikuti pembagian kelompok, serta tidak memasuki ruang verifikasi sebelum nama mereka dipanggil.
Kepala BKPSDM Kabupaten Nduga, Septinus Pondayar, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Panitia, didampingi Sekretaris Panitia Merianus Kogoya, S.IP, dan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Juli 2026 di Kantor BKPSDM Nduga, Selasa (28/7/2026)(Salampapua.com/Elea Worom) "Kita belajar dari pengalaman sebelumnya. Karena itu kami minta seluruh peserta tertib mengikuti arahan panitia agar proses verifikasi berjalan lancar," ujar Merianus.
Merianus menjelaskan, proses verifikasi dilakukan secara bertahap berdasarkan kelompok yang telah ditentukan. Pada hari pertama, peserta dipanggil sesuai nomor kelompok untuk menyerahkan dokumen dan mencocokkannya dengan data yang telah terdaftar.
Peserta yang baru tiba di Kenyam juga diminta tidak langsung memasuki ruang verifikasi, melainkan menunggu giliran sesuai kelompok masing-masing agar proses pemeriksaan administrasi dapat berlangsung dengan tertib.
Selain kelengkapan dokumen, panitia juga mengingatkan peserta mengenai ketentuan berpakaian selama mengikuti proses verifikasi. Seluruh peserta diwajibkan mengenakan kemeja putih, celana atau rok hitam, dasi, papan nama, serta pin Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) bagi yang telah menerimanya. Bagi peserta yang belum memiliki atribut tersebut, diminta tetap mengenakan pakaian putih dan segera melaporkan diri kepada panitia.
Panitia turut mengimbau seluruh peserta untuk menjaga kesehatan selama rangkaian kegiatan berlangsung. Setelah tahapan verifikasi berkas berakhir pada 31 Juli 2026, kegiatan akan dilanjutkan dengan persiapan pada 1 Agustus sebelum memasuki agenda pembukaan.
Khusus bagi peserta PPPK yang hingga hari pertama belum dapat hadir, BKPSDM Kabupaten Nduga masih memberikan kesempatan mengikuti verifikasi selama jadwal yang telah ditetapkan belum berakhir.
Peserta yang masih berada di distrik maupun kampung-kampung di wilayah Kabupaten Nduga diminta segera menuju Kenyam apabila kondisi transportasi memungkinkan. Panitia juga meminta keluarga maupun rekan peserta segera menghubungi mereka, terutama yang terkendala cuaca atau jadwal penerbangan.
"Selama masih ada penerbangan, kami harapkan peserta segera naik ke Kenyam untuk mengikuti verifikasi berkas sebelum batas waktu berakhir," kata Merianus.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Nduga sekaligus Ketua Panitia, Septinus Pondayar, S.Pd., M.Pd., berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan waktu yang tersedia dengan sebaik-baiknya agar proses pemberkasan K2 dan PPPK berjalan lancar. Ia menegaskan bahwa ketertiban peserta dalam mengikuti setiap tahapan verifikasi akan mempercepat proses pemeriksaan administrasi.
Septinus juga menyampaikan bahwa pemerintah telah memberikan berbagai kemudahan kepada para calon aparatur sipil negara (CASN), mengingat sebagian besar merupakan tenaga honorer yang telah mengabdi selama bertahun-tahun di Kabupaten Nduga.
Menurutnya, salah satu bentuk kemudahan tersebut adalah pelaksanaan pendidikan dan pelatihan prajabatan yang kini dirancang lebih menyesuaikan dengan kondisi peserta sehingga tidak lagi banyak menguras aktivitas fisik di lapangan sebagaimana pola pelatihan pada masa sebelumnya.
"Kami sudah memberikan kemudahan karena Bapak dan Ibu sekalian sebelumnya telah mengabdi sebagai tenaga honorer selama bertahun-tahun. Karena itu, ikuti seluruh arahan dan laksanakan setiap tahapan dengan baik," kata Septinus.
Ia menegaskan bahwa proses verifikasi berkas yang sedang berlangsung juga bertujuan memastikan validitas data seluruh peserta, termasuk mengetahui secara pasti siapa yang hadir dan siapa yang belum hadir dalam proses pemberkasan.
Menurut Septinus, pendataan tersebut penting agar pemerintah memperoleh data yang akurat mengenai seluruh CPNS, termasuk memastikan apabila terdapat peserta yang berhalangan hadir karena alasan tertentu, seperti telah meninggal dunia atau sebab lainnya.
"Dari proses verifikasi ini akan diketahui secara jelas siapa yang hadir dan siapa yang tidak hadir. Pendataan ini penting agar seluruh data CPNS benar-benar valid sesuai kondisi di lapangan," ujarnya.
Dalam tahapan ini persiapan prajabatan angkatan 2021 ini, terdiri dari 241 orang CPNS K2 dan 54 orang PPPK dan saat ini panitia masih akan mengecek apakah sesuai dengan jumlah itu dan jika ada yang meninggal tidak bisa digantikan oleh keluarga. Pembukaan prajabatan sendiri direncanakan akan digelar tanggal 3 Agustus 2026 mendatang dan akan dibuka Kepala BKPSDM Provinsi Papua Pegunungan dan Bupati Nduga, Yoas Beon, SIP.
Hingga berita ini diturunkan, proses verifikasi berkas K2 dan PPPK masih berlangsung di Kantor BKPSDM Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Seluruh peserta tampak mengikuti tahapan verifikasi dengan tertib sesuai jadwal dan kelompok yang telah ditetapkan panitia.
Penulis/Editor: Sianturi