SALAM PAPUA (NABIRE) – Kita ada karena ada orang-orang lain sebelum kita. Ungkapan Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa ini seirama dengan peribahasa Kacang jangan lupa kulitnya, yang begitu kuat maknanya dalam sambutannya pada acara puncak HUT ke-4 Provinsi Papua Tengah, yang diselenggarakan di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, kawasan Bandara Lama Nabire, Rabu malam (22/7/2026).
Betapa tidak, di tengah begitu banyaknya masyarakat dan para pejabat daerah di lingkup Provinsi Papua Tengah yang hadir dan meramaikan acara puncak HUT Ke-4 Provinsi Papua Tengah tersebut, Gubernur Meki Nawipa sepertinya harus melepas terlebih dahulu kertas-kertas yang berisi catatan sambutannya yang berada di hadapannya dan harus mengawalinya dengan sebuah ungkapan terima kasih yang mendalam kepada seorang tokoh publik di Tanah Papua. Ungkapan ini pun seakan sekaligus menjadi fondasi kuat bagi sambutan-sambutan selanjutnya dari Gubernur Meki Nawipa.
Gubernur Meki Nawipa sadar betul “campur tangan” dan peran penting dari tokoh tersebut sehingga Provinsi Papua Tengah bisa terbentuk sebagai salah satu dari 4 daerah otonomi baru (DOB) Papua. Tokoh itu adalah Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Komarudin Watubun, yang juga turut hadir pada acara puncak HUT Ke-4 Provinsi Papua Tengah tersebut.
Di awal sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Komarudin Watubun atas andilnya sehingga Provinsi Papua Tengah bisa terbentuk.
Menurut Meki, Komarudin Watubun menjadi tokoh penting dan sekaligus krusial, karena sebagai Ketua Pansus otonomi khusus (Otsus) Papua, dapat membuat makin banyak orang Papua berkesempatan menjadi pemimpin di daerahnya sendiri.
“Mewakili masyarakat Provinsi Papua Tengah, saya menyampaikan terima kasih banyak kepada Bapak Komarudin Watubun yang sudah hadir di sini saat ini dan pernah ikut terlibat dalam proses pemekaran (provinsi) ini. Dulu kita berjuang, tapi provinsi-provinsi ini dikasih, yakni Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan dan Papua Barat Daya. Salah satu orang yang ada di dalamnya adalah Bapak Komarudin Watubun sebagai Ketua Pansus yang membahas tentang otonomi khusus, yang juga membahas tentang pemekaran provinsi baru, dan hari ini sudah ada 4 provinsi baru (di Tanah Papua), sehingga banyak orang Papua bisa jadi Gubernur. Dulu hanya ada di Jayapura dan Manokwari, tapi sekarang kita sudah ada 6 Gubernur dan 6 Wakil Gubernur (orang asli Papua). Termasuk juga sudah ada Ketua 6 DPRP, 6 Ketua MRP, serta DPR jalur Otsus di tingkat provinsi hingga kabupaten,” ungkap mantan Bupati Paniai dan kader aktif PDI Perjuangan ini.
Perjuangan Nabire Menjadi Ibukota Provinsi Papua Tengah
Di samping itu, sosok yang dulunya pernah berprofesi sebagai pilot ini juga mengisahkan perjuangan Komarudin Watubun saat menetapkan Nabire sebagai Ibukota Provinsi Papua Tengah.
“Bapak Komarudin Watubun juga yang bantu kita hingga Ibukota Provinsi Papua Tengah ditetapkan di Nabire. Jadi orang Nabire, ingat baik-baik Bapak ini. Walaupun berhadapan dengan tantangan yang besar, namun Bapak Komarudin Watubun mengatakan tidak, karena otonomi khusus itu untuk orang asli Papua, dan kalau (ibukota provinsi) ada di Nabire, bisa menjangkau daerah-daerah di Provinsi Papua Tengah yang didominasi oleh mayoritas orang-orang asli Papua melalui akses jalan darat, seperti ke Deiyai, Dogiyai, Paniai, dan seterusnya. Itulah sebabnya Nabire layak menjadi ibukota provinsi,” tuturnya.
Penulis/Editor: Jimmy