SMK Yapis TIK Mimika Kirim Empat Siswa Wakili Papua Tengah Di LKS Nasional 2026 Foto bersama usai pelepasan empat siswa SMK Yapis TIK Mimika yang akan mewakili Provinsi Papua Tengah pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Nasional 2026 di ruang Kepala Sekolah SMK Yapis TIK, Jalan Megantara, Distrik Mimika Baru, Sabtu (25/7/2026)(SalamPapua.com/Acik)

SMK Yapis TIK Mimika Kirim Empat Siswa Wakili Papua Tengah Di LKS Nasional 2026

SALAM PAPUA (TIMIKA) – SMK Yapis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Mimika resmi melepas empat siswa terbaiknya untuk mewakili Provinsi Papua Tengah pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Nasional 2026. Pelepasan berlangsung di ruang Kepala Sekolah SMK Yapis TIK, Jalan Megantara, Distrik Mimika Baru, Sabtu (25/7/2026).

Keempat siswa tersebut akan berlaga pada tiga bidang kompetisi, yakni Autonomous Mobile Robotics, Digital Marketing, dan Cloud Computing. Selain itu, sekolah juga mengirimkan satu peserta untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Informatika tingkat Provinsi Papua Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Juli 2026.

Kepala SMK Yapis TIK Mimika, Muhamad Samsudin, S.Kom., mengatakan keikutsertaan para siswa merupakan hasil dari proses seleksi berjenjang mulai dari tingkat sekolah, kabupaten, hingga provinsi.

"Alhamdulillah, SMK Yapis bisa mengirim empat orang siswa untuk mengikuti tiga bidang lomba. Ini menjadi kebanggaan bagi kami dan seluruh keluarga besar sekolah," ujarnya.

Samsudin menjelaskan, pelaksanaan LKS Nasional tahun ini menggunakan sistem hybrid. Bidang Digital Marketing dan Cloud Computing akan dilaksanakan secara daring, sedangkan Autonomous Mobile Robotics digelar secara luring karena membutuhkan penggunaan perangkat fisik.

Menurutnya, peserta LKS juga berpeluang memperoleh sertifikat kompetensi dari Kementerian Pendidikan yang dapat menjadi nilai tambah untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun mengikuti seleksi beasiswa prestasi.

Ia juga menyoroti tantangan pengembangan pembelajaran robotika di sekolah. Menurutnya, harga satu set perangkat mobile robotics mencapai sekitar Rp130 juta, sehingga hingga kini sekolah belum mampu memiliki perangkat tersebut secara mandiri.

"Harapan kami ke depan, SMK Yapis dapat memiliki perangkat mobile robotics sendiri sehingga seluruh siswa bisa berlatih secara maksimal tanpa harus bergantung pada sekolah lain," katanya.

Samsudin mengungkapkan, pada tahun-tahun sebelumnya SMK Yapis pernah mewakili Papua Tengah pada LKS Nasional di bidang Mobile Robotics dengan meminjam atau menyewa perangkat dari salah satu sekolah di Yogyakarta. Meski memiliki keterbatasan sarana, minat siswa terhadap bidang robotika terus meningkat dan kini dikembangkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler lintas jurusan.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Islam (YAPIS) Cabang Kabupaten Mimika, H. Muhammad Saad Lausiri, S.E., M.Si., berpesan agar para siswa menjaga kesehatan, disiplin, serta nama baik sekolah dan Provinsi Papua Tengah selama mengikuti kompetisi.

"Anak-anak adalah duta Provinsi Papua Tengah. Kalian membawa nama daerah di tingkat nasional. Karena itu, jaga nama baik sekolah, daerah, dan tunjukkan karakter yang baik selama mengikuti perlombaan," pesannya.

Ia menegaskan bahwa kemenangan bukan satu-satunya tujuan dalam kompetisi.

"Laksanakan yang terbaik. Soal juara atau tidak, itu bukan tujuan utama. Yang terpenting adalah anak-anak sudah berusaha, berinovasi, dan memberikan kemampuan terbaik bagi sekolah, daerah, bangsa, dan negara," ujarnya.

SMK Yapis TIK Mimika juga dikenal sebagai sekolah yang inklusif dengan menerima siswa dari berbagai latar belakang agama. Khusus bagi siswa Orang Asli Papua (OAP), sekolah memberikan kebijakan pembebasan biaya pendidikan. Saat ini tercatat tiga siswa OAP aktif menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

Selain pembinaan akademik, sekolah juga memfasilitasi program sertifikasi kemampuan bahasa Inggris TOEIC bagi siswa kelas XI dan XII melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sertifikat tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan magang, dunia kerja, maupun melanjutkan studi ke perguruan tinggi, termasuk ke luar negeri.

Melalui berbagai program unggulan tersebut, SMK Yapis TIK Mimika berharap dapat terus melahirkan generasi muda Papua Tengah yang kompeten, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi