SALAM PAPUA (TIMIKA) – Warga Kompleks Kelapa 2, yang terletak di belakang gedung Hasjrat Abadi, Kelurahan Timika Indah, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, kembali mengeluhkan kondisi lingkungan yang tidak sehat. Tumpukan lumpur dan sampah rumah tangga yang menumpuk di bawah kolong jembatan, tepatnya di RT 18, telah lama menebar aroma busuk yang menyengat dan mengganggu kenyamanan warga.
Lokasi tumpukan sampah tersebut berada sekitar dua hingga empat meter masuk dari Jalan Budi Utomo, melalui lorong depan ruko eks Medika Tjandra. Kondisi ini bukan kali pertama terjadi, melainkan sudah berlangsung cukup lama dan kerap menjadi sorotan warga dalam setiap forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), namun belum juga tertangani secara tuntas.
"Sampah ini sudah lama dan mengeluarkan aroma busuk," keluh Seril, seorang warga RT 18 kepada salampapua.com, Selasa (28/7/2026).
Menurut Seril, sumber bau tidak sedap tersebut tidak hanya berasal dari sampah plastik rumah tangga, tetapi juga akibat limbah cair dari aktivitas usaha kuliner. Ia menyebutkan bahwa sejumlah tempat usaha yang berjejer di sepanjang Jalan Budi Utomo diduga membuang limbah dapur mereka langsung ke kali tersebut.
"Pembuangan dari dapur mereka yang punya usaha di depan itu juga dialirkan ke kali ini. Makanya sering membusuk," jelasnya.
Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan, warga berharap adanya tindakan nyata dari pemerintah setempat. Seril mengusulkan agar Pemerintah Kelurahan Timika Indah dapat menggerakkan partisipasi masyarakat jika memang terkendala anggaran khusus untuk pembersihan sungai.
"Kalau memang tidak ada anggaran khusus untuk bersihkan kali, mungkin bisa dikerahkan warga untuk bakti sosial bersama," ujarnya.
Warga berharap keluhan ini segera mendapat respons positif agar lingkungan tempat tinggal mereka kembali bersih, sehat, dan bebas dari bau tidak sedap yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta berpotensi menimbulkan penyakit.
Penulis: Acik
Editor: Jimmy