SALAM PAPUA (TIMIKA) - Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Mimika menggelar kegiatan mimbar bebas di Bundaran Petrosea, Jalan Cenderawasih, Timika, Kabupaten Mimika, Senin (3/8/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi berbagai elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terkait situasi kemanusiaan yang terjadi di Papua.
Ketua KNPB Wilayah Mimika, Yanto Dabior Awerkior mengatakan bahwa mimbar bebas ini memberikan ruang bagi tokoh gereja, mahasiswa, pelajar, serta mama-mama Papua untuk menyuarakan pandangan mereka mengenai kondisi yang sedang dihadapi masyarakat saat ini.
"Kami berharap pemerintah melalui Presiden mencari solusi agar masyarakat Papua dapat hidup damai, aman, dan sejahtera di atas tanahnya sendiri," ujar Yanto dalam orasinya.
Dalam kesempatan tersebut, Yanto juga membacakan sejumlah data yang diklaim sebagai catatan internal KNPB terkait dampak konflik di Papua. Ia menyebutkan bahwa terdapat 125.931 warga sipil yang mengungsi di berbagai wilayah Papua akibat ketidakamanan.
Selain itu, Yanto mengklaim bahwa sejak tahun 2018 hingga 2026, telah terjadi korban jiwa dari berbagai pihak, meliputi 503 warga sipil, 300 anggota TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat), serta 162 personel TNI dan Polri.
Namun, perlu dicatat bahwa data tersebut merupakan klaim sepihak dari KNPB dan belum diverifikasi secara independen oleh lembaga resmi atau pihak ketiga.
Yanto menegaskan bahwa pihaknya menolak segala bentuk kekerasan dan berharap tidak ada lagi korban jiwa, baik dari kalangan masyarakat Papua, non-Papua, maupun aparat keamanan. Ia mendesak pemerintah pusat untuk memberikan perhatian serius terhadap isu kemanusiaan ini.
"Kami tetap mengedepankan prinsip-prinsip kemanusiaan dalam perjuangan damai yang kami lakukan," tegasnya.
Kegiatan mimbar bebas berlangsung dengan penyampaian aspirasi bergantian dari para peserta. Hingga berakhirnya acara, suasana di lokasi terpantau kondusif meskipun berada dalam pengawasan aparat keamanan.
Penulis: Acik
Editor: Jimmy