SALAM PAPUA (TIMIKA) – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Timika se-Indonesia Kabupaten Mimika dan Forum Independen Mahasiswa (FIM) Kota Studi Mimika menggelar aksi demonstrasi di halaman Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Jalan Cenderawasih, Timika, Senin (31/8/2026).
Massa yang melakukan longmarch dari Bundaran Timika Indah dan SP-2 tiba di halaman Gedung DPRK Mimika sekitar pukul 10.50 WIT. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, DPRK Mimika, serta jajaran TNI dan Polri mengusut tuntas berbagai kasus kekerasan dan dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Mimika.
Aksi tersebut juga menyoroti sejumlah kasus pembunuhan yang menimpa masyarakat Orang Asli Papua (OAP) dalam beberapa waktu terakhir.
Para demonstran secara spontan meminta Bupati Mimika Johannes Rettob hadir untuk mendengarkan langsung aspirasi mereka.
“Kami minta agar Bupati hadir untuk mendengar aspirasi yang kami sampaikan, karena banyak sekali kami (OAP) menjadi korban pembunuhan,” teriak perwakilan massa, Fransisca Pinimet, saat menyampaikan orasi.
Di hadapan Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau dan sejumlah anggota dewan, para mahasiswa menyoroti tewasnya dua siswa SMK Negeri 1 Kuala Kencana yang ditemukan meninggal dunia di wilayah SP-3 pada Minggu (30/8/2026) pagi.
“Kemarin, generasi muda kami menjadi korban pembunuhan di SP-3. Ada juga konflik di Kwamki Narama yang menewaskan belasan korban, serta penembakan di mana-mana. Oleh sebab itu, kami mohon hentikan pelanggaran HAM di Papua,” ucap Fransisca.
Aspirasi serupa disampaikan orator lainnya, termasuk Damaris Onawame. Mereka meminta pemerintah dan aparat keamanan meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat serta memastikan setiap kasus kekerasan diproses sesuai hukum.
Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau mengatakan pihaknya akan mengambil langkah konkret dengan melibatkan pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Primus mengungkapkan DPRK Mimika telah menyiapkan surat undangan resmi kepada Bupati Mimika dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk unsur TNI dan Polri, untuk menggelar rapat koordinasi khusus membahas persoalan kekerasan dan kriminalitas di Mimika.
“Kami sudah buat surat untuk undang Bupati dan TNI-Polri guna membahas pembunuhan (kriminal) di Kabupaten Mimika,” ungkap Primus.
Hingga pukul 12.47 WIT, ratusan massa masih berada di halaman Gedung DPRK Mimika untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka. Situasi di lokasi terpantau kondusif dengan pengawalan aparat keamanan.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi