SALAM PAPUA (TIMIKA) – Pemerintah Kabupaten Mimika memperkuat komitmen dalam pengendalian emisi gas rumah kaca melalui Sosialisasi Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca SIGN-SMART, pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Mimika, serta koordinasi lintas sektor.
Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, instansi teknis, narasumber, dan unsur masyarakat. Kegiatan berlangsung di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Senin (24/8/2026).
Dalam sambutan Bupati Mimika Johannes Rettob yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Ir. Yohana Paliling, ditekankan pentingnya ketersediaan data yang valid, mutakhir, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan rendah karbon.
Menurutnya, perubahan iklim bukan lagi sekadar isu global, tetapi telah menjadi tantangan nyata yang berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari lingkungan, kesehatan, ketahanan pangan, ketersediaan air hingga perekonomian.
Karena itu, upaya mitigasi seperti pengurangan sampah, efisiensi energi, perlindungan vegetasi, serta langkah adaptasi berupa penguatan ketahanan masyarakat dan kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu dilakukan secara bersamaan.
“Kami harap setiap perangkat daerah dapat menunjuk focal point data, memastikan pengisian sistem SIGN-SMART bersumber dari dokumen resmi, dan memperkuat mekanisme verifikasi bersama. Kegiatan ini juga harus melibatkan masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, tokoh agama, perempuan, pemuda, dan masyarakat adat agar kerja bersama menghadapi perubahan iklim benar-benar terwujud,” ujar Yohana.
Ia mengatakan, dengan dukungan data yang kuat, perencanaan yang terintegrasi, serta kolaborasi lintas sektor yang konsisten, Mimika diharapkan mampu membangun fondasi pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh terhadap dampak perubahan iklim.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Mimika, Algertho Reno Asmuruf, ST., MT., mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi DLH untuk membentuk Pokja Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca sekaligus memperkuat pemanfaatan aplikasi SIGN-SMART dalam inventarisasi data emisi.
Menurut Reno, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui strategi adaptasi dan mitigasi yang berbasis data.
DLH Mimika juga melibatkan sejumlah instansi teknis yang berkaitan langsung dengan sumber emisi, termasuk sektor kehutanan dan perindustrian. Data yang dihimpun nantinya menjadi dasar dalam melakukan kajian serta menyusun kebijakan pengendalian emisi agar upaya penanganan perubahan iklim dapat dilakukan secara lebih terarah dan berbasis bukti.
“Gas rumah kaca seperti karbondioksida dan metana berasal dari aktivitas manusia, baik industri maupun kehutanan. Jika tidak dikendalikan, dampaknya akan memperparah pemanasan global, kekeringan, dan krisis sumber air,” jelas Reno.
Ia menambahkan, fenomena El Niño yang saat ini terjadi di Indonesia menjadi salah satu kondisi yang menunjukkan pentingnya penguatan upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Kondisi cuaca ekstrem berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan berdampak terhadap ketersediaan sumber daya air serta kehidupan masyarakat.
Melalui pembentukan Pokja tersebut, DLH Mimika berharap koordinasi lintas sektor dalam pengendalian emisi gas rumah kaca semakin kuat. Selain itu, data inventarisasi diharapkan menjadi lebih akurat sehingga dapat digunakan untuk merumuskan langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui pembentukan Pokja ini, DLH berharap dapat memperkuat koordinasi lintas sektor, memastikan data inventarisasi gas rumah kaca lebih akurat, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Reno.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi