Polda Papua Tengah Kerahkan 350 Personel Tangani Karhutla Di Dua Sejumlah Titik Rawan Di Nabire Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H. (Salampapua.com/Elias)

Polda Papua Tengah Kerahkan 350 Personel Tangani Karhutla Di Dua Sejumlah Titik Rawan Di Nabire

SALAM PAPUA (NABIRE) – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah mengerahkan sekitar 350 personel untuk menangani dan mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah titik rawan di Kabupaten Nabire.

Pengerahan personel tersebut dilakukan sebagai respons terhadap tingginya jumlah titik panas (hotspot) yang sempat terdeteksi di wilayah Papua Tengah akibat kondisi kemarau dan pengaruh fenomena El Niño.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode 10–22 Agustus 2026, tercatat sebanyak 1.923 titik panas di Papua Tengah. Kabupaten Nabire menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 1.069 titik.

Namun, jumlah tersebut mengalami penurunan. Berdasarkan data BMKG per 23 Agustus 2026 pukul 23.00 WIT, jumlah titik panas di Papua Tengah tercatat sebanyak 378 titik.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengatakan personel gabungan telah melakukan respons cepat terhadap sejumlah kejadian Karhutla sejak Kamis hingga Minggu (23/8/2026).

“Semuanya sudah melakukan kegiatan respons cepat terhadap situasi yang terjadi, kebakaran hutan dan lahan mulai dari hari Kamis sampai dengan kemarin hari Minggu,” ujar Urbinas, Senin (24/8/2026).

Ia mengatakan penanganan Karhutla dilakukan melalui sinergi Polda Papua Tengah bersama TNI, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Satpol PP, BPBD, pemadam kebakaran, dan Dinas Kesehatan.

Sebanyak 350 personel dikerahkan secara bergantian setiap hari untuk melakukan pemantauan, patroli, serta penanganan di lapangan. Operasi tersebut juga didukung berbagai sarana dan prasarana, termasuk kendaraan angkut personel milik TNI-Polri, ambulans dari Dinas Kesehatan, serta armada pemadam kebakaran.

“350 personel yang bekerja setiap harinya secara bergantian, dan diperkuat juga dengan sarana prasarana yang ada, yaitu kendaraan truk angkut personel dari TNI dan Polri, kemudian ambulans dari Dinas Kesehatan, dari Polda juga, kemudian dari TNI,” jelasnya.

Selain itu, terdapat tiga unit kendaraan pemadam kebakaran dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan dua unit bantuan dari pihak bandar udara untuk mendukung penanganan kebakaran di sekitar kawasan bandara.

Urbinas menjelaskan, personel gabungan saat ini dibagi ke dalam dua sektor utama, yakni wilayah Nabire Barat dan wilayah Kimi/Nabire Timur. Personel ditempatkan di sejumlah posko, termasuk Polsek Nabire Barat dan Satbrimob Polda Papua Tengah.

Dalam pelaksanaannya, personel kepolisian berkolaborasi dengan TNI, Damkar, Satpol PP, dan BPBD untuk melakukan pemantauan serta penanganan Karhutla di kedua sektor tersebut.

“Untuk saat ini, kita sudah bagi di dua sektor besar yaitu di Nabire Barat, kemudian di Kimi, yang tiap personel ini akan terfokus untuk di Posko Kepolisian, dan di Polsek Nabire Barat dan di Satbrimob Polda Papua Tengah,” katanya.

Menurut Urbinas, tim gabungan dari unsur TNI, BPBD, dan Damkar juga terus bergerak di wilayah timur dan barat untuk melakukan pemantauan sekaligus upaya pemadaman pada titik-titik kebakaran.

Ia mengatakan keberadaan Satgas Provinsi tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat kapasitas pemerintah kabupaten dalam menangani Karhutla.

Selain penanganan langsung di lapangan, Polda Papua Tengah juga melakukan langkah pencegahan melalui sosialisasi dan patroli. Unit lalu lintas dan Binmas dikerahkan untuk memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Sementara langkah preventif dilakukan melalui monitoring dan patroli untuk mendeteksi titik api maupun potensi kebakaran di dua sektor utama tersebut.

“Untuk preventifnya, monitoring dan patroli untuk mendeteksi titik-titik api atau potensi kebakaran di dua sektor besar di wilayah tersebut,” pungkas Urbinas.

Penulis: Elias

Editor: Sianturi