SALAM PAPUA (TIMIKA) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jayawijaya bersama Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 terus intensif melakukan penyelidikan terkait insiden penembakan terhadap dua warga sipil di sekitar pintu masuk utama Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB), tepatnya di Kampung Walesi, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan yang terjadi pada 8 Agustus 2026.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo menyatakan bahwa proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah selesai dilaksanakan untuk mengumpulkan barang bukti dan petunjuk awal.
Dari hasil olah TKP, pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti dan memperoleh petunjuk yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Temuan tersebut selanjutnya dianalisis bersama keterangan korban dan saksi untuk mengungkap rangkaian kejadian serta pihak yang diduga bertanggung jawab.
Hasil pemeriksaan di TKP menemukan tiga titik bekas tembakan pada kendaraan korban, yaitu dua titik pada bagian pintu pengemudi dan satu titik pada kap mesin depan. Petugas juga berhasil mengamankan empat serpihan proyektil dari badan kendaraan.
Selain itu, dari area sekitar lokasi kejadian, petugas menemukan dan mengamankan delapan butir selongsong peluru jenis PIN kaliber 5,56 mm, satu lembar jaket, serta satu buah proyektil GLM. Seluruh barang bukti tersebut telah didokumentasikan dan diamankan untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut.
"Semua barang bukti sudah kita amankan sebagai kelengkapan Penyelidikan," pungkas Kombes Pol. Yusuf dalam keterangan tertulisnya kepada salampapua.com, Senin (10/8/2026).
Berdasarkan pendalaman awal dan pengembangan informasi di lapangan, polisi menduga aksi penembakan ini dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama-Derakma yang dipimpin Egianus Kogoya.
“Ada dugaan keterlibatan dua orang berinisial EG dan PN yang disebut sebagai anggota kelompok tersebut. Namun dugaan tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Penyidik masih mendalami dan memastikan identitas, peran, serta keterlibatan masing-masing pihak berdasarkan alat bukti, keterangan saksi, hasil olah TKP, dan petunjuk yang diperoleh dari pengembangan informasi di lapangan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani menambahkan bahwa setiap langkah penegakan hukum dilakukan secara profesional, terukur, dan proporsional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Setiap petunjuk yang diperoleh akan terus dikembangkan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab. Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan identitas, peran, dan keterlibatan pihak-pihak yang diduga terlibat,” tegas Faizal.
Hingga saat ini, personel gabungan masih melakukan pemantauan, pencarian, dan penyekatan terhadap pihak yang diduga terlibat dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga mengimbau masyarakat di wilayah Walesi dan Jayawijaya untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan segera melaporkan jika memiliki informasi yang dapat membantu penyidikan.
Penulis: Acik
Editor: Jimmy