SALAM PAPUA (TIMIKA) – Personel Polsek Mimika Barat turun langsung ke lapangan untuk memantau situasi keamanan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat di Kampung Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, pada Kamis (27/8/2026).
Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan pasca peristiwa konflik antara masyarakat Suku Kamoro dan Suku Mee terkait sengketa tapal batas pemerintahan antara Kabupaten Deiyai dan Kabupaten Mimika.
Kegiatan monitoring ini melibatkan sejumlah personel kunci, yakni Aiptu Alfino Yanri (Kanit Intel), Bripka Ahsan Nur (Kanit Reskrim), serta Briptu Darmawan (Ba Intel) dari Polsek Mimika Barat.
Selain melakukan patroli dan pemantauan situasi, personel Polri juga menunjukkan sisi humanis dengan membantu kelancaran aktivitas pendidikan warga.
Pada pukul 07.40 WIT, Briptu Darmawan terlihat menjemput para murid SD Negeri Uta 2 dari Pelabuhan Lokpon KM 0 menuju sekolah mereka di KM 4 Kapiraya menggunakan transportasi roda tiga. Para siswa tiba dengan selamat di halaman sekolah sekitar pukul 08.00 WIT dalam kondisi aman dan terkendali.
Tak hanya mengawal fisik, polisi juga mengisi kekosongan waktu belajar mengajar dengan memberikan edukasi karakter.
Sekitar pukul 10.30 WIT, Aiptu Alfino Yanri memberikan arahan dan pengajaran kepada para siswa. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya nilai-nilai Pancasila, sikap hormat kepada orang tua dan guru, serta semangat untuk rajin membaca dan belajar demi masa depan yang lebih baik.
Dalam kesempatan tersebut, personel juga menyampaikan imbauan penting terkait pencegahan bencana kebakaran. Mengingat wilayah tersebut sedang memasuki musim kemarau, para pelajar diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran rumput atau lahan sembarangan di sekitar kampung, karena berpotensi memicu kebakaran lahan yang lebih luas.
Kehadiran Polsek Mimika Barat di Kapiraya merupakan bentuk nyata koordinasi dan kolaborasi dengan pihak SD Negeri Uta 2.
Pihak sekolah menyambut positif langkah ini dan mengharapkan dukungan berkelanjutan dari aparat keamanan agar proses belajar mengajar dapat berjalan lancar serta kehadiran para siswa di sekolah tetap terjaga dalam situasi pasca konflik.
Penulis: Acik
Editor: Jimmy