Rakyat SIMAPITOWA Bakal Ikut Demontrasi 10 Agustus 2026 Di Nabire Situasi komunitas SIMAPITOWA di Nabire saat menggelar diskusi, Sabtu (8/8/2026) (salampapua.com/Elia)

Rakyat SIMAPITOWA Bakal Ikut Demontrasi 10 Agustus 2026 Di Nabire

SALAM PAPUA (NABIRE) - Front Peduli Alam dan Manusia Suku Mee Rayon Simapitowa Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menyatakan bakal menggelar aksi damai, pada Senin (10/8/2026).

Aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap tanah adat dan lingkungan di wilayah Siriwo, Mapia, Piyaiye, Topo, dan Wanggar yang dikenal dengan sebutan SIMAPITOWA.

Ketua Tim peduli alam dan manusia Rayon SIMAPITOWA, Musa Boma mengatakan bahwa tanah dipandang sebagai sumber kehidupan sekaligus warisan leluhur masyarakat adat yang harus dijaga dan dilindungi bagi generasi mendatang.

Wilayah SIMAPITOWA merupakan tanah masyarakat adat dan tidak boleh ada pihak yang menggunakan tekanan maupun kekuatan untuk mengambil atau menggunakan tanah adat tanpa persetujuan pemilik hak ulayat.

“Menjual tanah, menjual hidup kami. Jika menjual tanah, anak cucu kami akan makan apa? Jika tanah dijual, kami tidak mempunyai harapan hidup,” ujar Musa, Sabtu (8/8/2026).

Dia juga menyoroti terkait kawasan KM 82 dan KM 93, agar setiap penggunaan tanah di wilayah tersebut memperhatikan hak masyarakat adat serta melibatkan pemilik hak ulayat dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Menurutnya, tanah di wilayah Mapia bukan tanah kosong yang dapat digunakan secara sepihak oleh pemerintah, aparat keamanan, maupun perusahaan. Tanah tersebut dinilai memiliki nilai adat, sejarah, budaya, dan hubungan dengan leluhur masyarakat setempat.

Dia juga menyerukan kepada masyarakat agar tidak menjual tanah adat dengan harga murah karena tanah dianggap sebagai warisan yang tidak ternilai dan menjadi sumber kehidupan bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang.

“Mapia bukan tanah kosong. Tanah ini merupakan warisan leluhur yang telah diwariskan dari generasi ke generasi,” katanya.

Aksi damai dijadwalkan mengambil titik kumpul di Karang Pasar, Wadio, dan SP Perempatan. Dalam struktur aksi, Yeti Tagi dan Dodipai ditunjuk sebagai koordinator lapangan dan wakil koordinator lapangan. Sementara Musa Boma Mapija 777 tercatat sebagai penanggung jawab aksi.

Penulis: Elias

Editor: Jimmy