Bantuan Bama Mulai Disalurkan, 43 Ton Logistik Disiapkan Untuk Arwanop Dan Tsinga Penyaluran bantuan bahan makanan (bama) bagi masyarakat di Distrik Arwanop, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (17/9/2026)(Salampapua.com/Dokumen Dishub Mimika)

Bantuan Bama Mulai Disalurkan, 43 Ton Logistik Disiapkan Untuk Arwanop Dan Tsinga

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika mulai menyalurkan bantuan bahan makanan (bama) ke wilayah pegunungan yang terdampak krisis pangan akibat faktor keamanan dan fenomena El Nino.

Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, penyaluran awal dilakukan ke Distrik Arwanop dengan dukungan transportasi dari PT Freeport Indonesia (PTFI), sementara pengiriman ke Distrik Tsinga akan menyusul.

Secara keseluruhan, Pemkab Mimika menyiapkan 43 ton logistik berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya untuk masyarakat di wilayah terdampak.

“Hari ini sudah jalan untuk Arwanop, 1,3 ton. Karena mereka kering sekali, makanan tidak ada sama sekali. Sesudah ini Tsinga juga akan dikirim. Kami ucapkan terima kasih kepada PTFI karena memberikan dukungan transportasi untuk Arwanop karena memang itu wilayah dalam areal operasi perusahaan,” ujar Rettob, Kamis (17/9/2026).

Untuk Distrik Jila, pemerintah sebelumnya telah menyalurkan 2 ton bantuan dan menyiapkan tambahan 2,3 ton yang akan dikirim setelah armada tersedia. Pemerintah juga berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk memastikan distribusi bantuan berlangsung aman.

“Masyarakat Jila sudah kembali ke rumah masing-masing, tapi mereka masih membutuhkan tambahan. Kami sudah siapkan di hanggar, tinggal segera dikirim, kita tunggu operator ke sana,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Mimika Alfasiah mengatakan, penerbangan pertama bantuan kemanusiaan ke Distrik Arwanop telah tiba di Aingogin Airstrip pada Kamis pagi.

Pesawat tersebut membawa 1.330 kilogram beras serta dua staf distrik yang akan mendampingi proses distribusi bantuan kepada masyarakat.

“Hari ini penerbangan pertama sudah tiba dengan membawa 1.330 kilogram beras dan dua staf distrik. Rencananya akan ada enam kali penerbangan yang dilayani oleh dua pesawat, masing-masing tiga trip,” jelas Alfasiah.

Menurutnya, proses pembongkaran bantuan di lapangan dilakukan dengan dukungan masyarakat setempat. Petugas distrik juga memberikan sosialisasi guna memastikan partisipasi warga dalam mendukung kelancaran penyaluran.

“Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menanggulangi dampak El Nino dan keterbatasan pangan di wilayah pegunungan. Bantuan akan terus dikirim secara bertahap hingga seluruh kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ungkapnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi