SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika memutuskan untuk menunda pelaksanaan pembangunan jalan di dua wilayah strategis, yakni di Kampung Potowaiburu, Distrik Mimika Barat Jauh, dan di Distrik Jila. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan sejumlah kendala teknis dan non-teknis yang menghambat realisasi proyek tersebut pada tahun anggaran 2026.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi menjelaskan bahwa rencana pembangunan infrastruktur di kedua lokasi tersebut sebenarnya telah diprogramkan untuk tahun ini, termasuk pembangunan kantor distrik di Jila. Namun, situasi keamanan yang tidak kondusif menjadi faktor utama pembatalan sementara di Distrik Jila.
"Di Jila tidak bisa dibangun, karena terkendala keamanan. Memang dari pihak keamanan belum sampaikan soal situasi di Jila secara resmi, tetapi kita semua sudah tahu adanya gangguan keamanan, termasuk kasus penyanderaan 9 warga," pungkas Yoga saat dikonfirmasi salampapua.com, Senin (7/9/2026).
Sementara itu, penundaan pembangunan jalan di Potowaiburu, Distrik Mimika Barat Jauh, disebabkan oleh faktor berbeda. Yoga menyebutkan bahwa waktu pelaksanaan yang tersisa sudah sangat mepet untuk menyelesaikan pekerjaan dalam tahun anggaran berjalan, ditambah dengan adanya defisit anggaran yang perlu dikelola.
"Yang di Potowaiburu juga ditunda, karena waktunya sudah mepet untuk anggaran tahun ini," jelasnya.
Pembangunan jalan di kedua wilayah tersebut sejatinya sangat dibutuhkan untuk mempermudah distribusi material dan aksesibilitas masyarakat. Menanggapi penundaan ini, Dia memastikan bahwa rencana pembangunan tersebut tidak dibatalkan permanen, melainkan akan dimasukkan kembali ke dalam rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika tahun 2027.
Dengan demikian, masyarakat di Distrik Jila dan Mimika Barat Jauh diharapkan dapat bersabar sambil menunggu kondisi keamanan membaik dan alokasi anggaran tahun depan yang lebih siap.
Penulis: Acik
Editor: Jimmy