Forkopimda Gelar Pertemuan Sikapi Persoalan Keamanan Di Mimika, Disepakati Bentuk Tim Terpadu Jaga Keamanan Kapolres Mimika Alredo A. Rumbiak (kiri), Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau (tengah) dan Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Teuku Jozanda (kanan) (salampapua.com/Evita)

Forkopimda Gelar Pertemuan Sikapi Persoalan Keamanan Di Mimika, Disepakati Bentuk Tim Terpadu Jaga Keamanan

SALAM PAPUA (TIMIKA) — Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mimika menggelar rapat tertutup di ruang serbaguna DPRK Mimika, Rabu (2/8/2026), untuk menyikapi permasalahan keamanan terjadi belakangan ini.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Primus Natikapereyau menegaskan bahwa penyelesaian konflik di Kabupaten Mimika harus berlandaskan hukum positif agar tidak menyimpang dari aturan negara maupun adat.

“Dalam pertemuan bersama aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh adat, dan tokoh agama, kami semua sepakat untuk menekankan pentingnya langkah tegas untuk mencegah meluasnya kekerasan antarwarga,” ujarnya usai rapat tertutup Forkopimda yang digelar di Ruang Serbaguna DPRK Mimika, Rabu (2/9/2026).

Primus menyampaikan bahwa adat mengenal korban perang hanya dalam konteks pertempuran di lapangan, namun pembunuhan di luar itu adalah penyimpangan yang berbahaya.

“Kalau orang saling membunuh di luar, nanti masyarakat ikut ketakutan dan bisa memicu kejahatan baru. Karena itu hukum positif harus ditegakkan,” tegasnya.

Selain itu Dia mengungkapkan bahwa DPRK bersama Bupati Mimika, Kapolres, dan Dandim telah menyepakati pembentukan tim terpadu yang melibatkan aparat hukum, tokoh agama, tokoh adat, DPRK, dan Pemda.

“Tim ini tidak hanya bertugas menghentikan konflik, tetapi juga merawat perdamaian dengan membentuk paradigma baru di masyarakat,” jelas Primus.

Sementara itu, Kapolres Mimika, Alredo A. Rumbiak menambahkan bahwa kesepakatan bersama telah ditandatangani seluruh pihak yang hadir.

“Tim terpadu ini penting agar mindset masyarakat berubah. Kalau selama ini berpikir perang harus dibalas dengan kepala, maka itu tidak akan pernah selesai. Kita harus merawat perdamaian, bukan hanya menghentikan konflik sesaat,” pungkasnya.

Penulis: Evita

Editor: Jimmy