Iringan Patroli Gabungan Dihujani Anak Panah Di Kwamki Narama Anak panah yang tertancap di celah kaca pintu bagian kanan mobil yang dikendarai Kasat Samapta Polres Mimika, Iptu Fransiskus Tethool (salampapua.com/Foto: Samapta Polres Mimika)

Iringan Patroli Gabungan Dihujani Anak Panah Di Kwamki Narama

SALAM PAPUA (MIMIKA) – Personel gabungan Polres Mimika kembali menghadapi resistensi saat melaksanakan patroli preventif di wilayah Distrik Kwamki Narama. Pada Kamis malam (3/9/2026), iring-iringan kendaraan polisi dihujani tembakan anak panah oleh sekelompok warga saat melintas di kawasan bagian dalam distrik tersebut.

Peristiwa bermula ketika rombongan patroli memasuki area perempatan Dang, tepat di depan Gereja Bethel.

Saat melintas, petugas mendapati sejumlah warga berkumpul di pinggir jalan, beberapa di antaranya terlihat membawa senjata tajam. Kehadiran aparat memicu kepanikan, yang kemudian berujung pada aksi penyerangan terhadap konvoi polisi.

Salah satu anak panah mengenai kendaraan dinas Kasat Samapta Polres Mimika, Iptu Fransiskus Tethool, yang berada di barisan depan. Beruntung, tidak ada personel yang terluka karena kaca mobil dalam keadaan tertutup rapat.

“Pada saat kami membuka jalan dan tiba di perempatan Dang, tepat di depan Gereja Bethel, kendaraan kami dipanah. Beruntung pengemudi, Bripda Aditya, sudah menaikkan kaca kendaraan sehingga anak panah tersebut memantul dan tersangkut pada bagian karet kaca,” ujar Iptu Fransiskus Tethool saat dikonfirmasi.

Untuk mengendalikan situasi dan mencegah eskalasi kekerasan yang lebih luas, personel gabungan segera merespons dengan melepaskan gas air mata untuk membubarkan massa yang melakukan penyerangan.

Hal ini dibenarkan Wakapolres Mimika, Kompol Jaihot Limbong dan menegaskan bahwa kegiatan patroli akan terus ditingkatkan sebagai langkah konkret kepolisian dalam menjaga keamanan dan menghentikan konflik perang suku yang masih berlangsung di Kwamki Narama.

Ia menekankan bahwa konflik lokal ini berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di wilayah sekitarnya jika tidak segera ditangani.

“Kami akan terus melaksanakan patroli hingga situasi benar-benar dinilai kondusif. Aparat keamanan akan tetap hadir untuk memastikan keamanan masyarakat dan mencegah konflik ini meluas,” tegas Kompol Jaihot Limbong.

Dia mengatakan bahwa pihaknya akan menindak tegas setiap individu yang kedapatan membawa senjata tajam di tempat umum tanpa alasan yang sah, terutama di tengah situasi konflik. Langkah ini sejalan dengan operasi sebelumnya pada Selasa (2/9/2026), di mana sembilan orang diamankan bersama barang bukti busur, anak panah, dan parang di sembilan titik pemeriksaan.

Penulis: Acik

Editor: Jimmy