SALAM PAPUA (TIMIKA) — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong lahirnya 105 wirausaha industri baru di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Kewirausahaan yang digelar di Ballroom Hotel Horison Ultima Timika, Rabu (2/9/2026).
Sebanyak 105 peserta mengikuti kegiatan tersebut yang bertujuan menumbuhkan wirausaha baru sekaligus meningkatkan kapasitas Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar lebih tangguh, berdaya saing, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Para peserta dibagi dalam beberapa kelompok pelatihan dengan masing-masing kelompok beranggotakan 35 orang. Pelatihan mencakup keterampilan, pengolahan kue, servis pendingin ruangan (AC), serta sablon.
Setelah mendapatkan materi teori, peserta akan mengikuti praktik di SMK Philadelphia yang telah dilengkapi dengan peralatan sesuai bidang pelatihan.
Anggota DPR RI Komisi VII, Jonas Sakir, mengatakan Mimika memiliki potensi ekonomi yang besar dan perlu dikembangkan menjadi berbagai kegiatan produktif yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Tujuan kita bukan sekadar menciptakan wirausaha baru, tetapi membangun ekosistem usaha yang saling mendukung dan tumbuh bersama,” ujarnya.
Menurut Jonas, pengembangan IKM menjadi penting untuk memperluas peluang ekonomi masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi daerah.
Sementara itu, Direktur Industri Aneka Kemenperin, Reny Meilany, menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi di Mimika yang selama ini memiliki ketergantungan tinggi terhadap sektor pertambangan.
“Mimika adalah daerah dengan kekayaan alam yang melimpah. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Mimika mencapai Rp131 triliun, namun 80 persen lebih masih bergantung pada sektor pertambangan. Karena itu, IKM harus menjadi penopang ekonomi baru Mimika,” ungkapnya.
Ia berharap program tersebut dapat melahirkan pelaku usaha baru dari Mimika yang mampu berdiri secara mandiri, memiliki daya saing, serta mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Reny juga menilai sektor IKM memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi masyarakat. Hal tersebut terlihat ketika terjadi pandemi maupun perlambatan ekonomi, di mana pelaku IKM tetap berupaya mempertahankan kegiatan usahanya.
“Kita tahu saat pandemi bahkan resesi ekonomi pun yang bertahan para pelaku IKM, maka itu kegiatan ini cukup efektif,” pungkas Reny.
Melalui Bimtek tersebut, Kemenperin berharap para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan tersebut menjadi usaha yang produktif dan menciptakan lapangan kerja baru di Mimika.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi