Pemerintah Distrik Tembagapura Siap Salurkan 54 Ton Bantuan Pangan, Prioritaskan Warga Tsinga Dan Aroanop Terdampak Kekeringan Kepala Distrik Tembagapura, Dev Richard Tatiratu saat diwawancarai usai menghadiri pelantikan koordinator KONI Kabupaten Mimika tingkat Distrik, Sabtu (5/9/2026) (salampapua.com/Acik)

Pemerintah Distrik Tembagapura Siap Salurkan 54 Ton Bantuan Pangan, Prioritaskan Warga Tsinga Dan Aroanop Terdampak Kekeringan

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Pemerintah Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, bersiap menyalurkan bantuan pangan sebesar 54 ton bagi masyarakat Kampung Tsinga dan Aroanop yang terdampak kekeringan akibat kondisi cuaca ekstrem. Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Mimika, Johannes Rettob, untuk meringankan beban warga di wilayah pegunungan tersebut.

Kepala Distrik Tembagapura, Dev Richard Tatiratu mengungkapkan bahwa penyaluran bantuan tahap awal ditargetkan dimulai pada Senin atau Selasa pekan depan. Prioritas utama akan diberikan kepada Kampung Aroanop, sebelum dilanjutkan ke Kampung Tsinga.

“Kalau tidak ada halangan, Senin atau Selasa kami sudah mulai dropping pertama. Kami fokus pertama untuk Aroanop, setelah itu kami laksanakan untuk Tsinga. Namun kami sementara berkoordinasi, kalau memungkinkan sekali jalan langsung dua kampung, akan kami upayakan,” ujar Dev saat ditemui usai mengikuti kegiatan di Hotel Cenderawasih 66, Timika, Sabtu (5/9/2026).

Rincian Bantuan dan Tantangan Logistik

Dev mengatakan, total bantuan yang disiapkan mencapai 54 ton, yang terdiri dari beras dan minyak goreng. Jumlah ini merupakan akumulasi dari bantuan tahap sebelumnya sekitar 22 ton tambahan bantuan tahap berikutnya.

“54 ton itu bukan sedikit. Itu beras dengan minyak goreng. Untuk minyak goreng ada sekitar 200 karton,” jelasnya.

Dia mengakui bahwa tantangan terbesar dalam penyaluran bantuan ini adalah kondisi geografis.

Akses menuju Kampung Tsinga dan Aroanop hanya dapat ditempuh melalui jalur udara, sehingga memerlukan koordinasi ketat terkait transportasi dan logistik penerbangan.

Pemerintah Distrik juga tengah berkoordinasi dengan pemerintah kampung untuk menentukan titik dropping yang paling efektif.

Hal ini bertujuan agar bantuan dapat diterima langsung oleh warga tanpa membebani mereka dengan perjalanan jauh dari lokasi pendaratan pesawat.

“Kalau menggunakan pesawat, bantuan bisa diturunkan di daerah sekitar. Tetapi jangan sampai masyarakat harus berjalan jauh. Kalau dari kampung harus turun ke lokasi tertentu, bisa membutuhkan waktu satu hari. Karena itu kami sedang berkoordinasi bagaimana dropping-nya,” tegasnya.

Hingga saat ini, kondisi di wilayah Tembagapura, khususnya di kedua kampung tersebut, masih dilaporkan cukup kering. Ketersediaan air bersih bagi masyarakat mulai berkurang akibat minimnya curah hujan. Meskipun sempat terjadi hujan selama dua hari dalam beberapa waktu terakhir, hal tersebut belum signifikan mengubah situasi keseluruhan.

“Sampai sekarang di atas itu masih kering. Penyampaian masyarakat kemarin memang air mereka sudah kurang. Memang beberapa hari sempat ada hujan, tetapi selanjutnya masih tetap sama,” kata Dev.

Dia berharap penyaluran bantuan pangan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meringankan dampak krisis air dan pangan akibat kekeringan. Proses distribusi akan terus dipantau dan dikoordinasikan agar berjalan efektif dan tepat sasaran.

Penulis: Acik

Editor: Jimmy