SALAM PAPUA (TIMIKA)- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua
Tengah (DPRPT) Fraksi Papua Tengah Sejahtera, Araminus Omaleng memberikan
apresiasi Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob karena telah bisa menjawab
doa panjang Forum Peduli Hak Sulung (FPHS), agar penandatanganan segera
dilakukan antara Kabupaten Mimika dan Provinsi Papua selaku induk. Hal itu dikatakan
Araminus kepada Salampapua.com, Sabtu (29/11/2025).
“Sebagai pemegang dokumen administrasi perjanjian awal
antara PT Freeport Indonesia, Negara dan perwakilan Papua Induk sebelum pemekaran
Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Mimika sebagai tuan rumah atau
pemilik atau yang mempunyai tambang emas,” ujar politisi Partai Gerindra ini.
Dalam hal ini sambung Araminus, tidak boleh ada pihak-pihak
bahkan Papua Tengah ingin tiba-tiba memperlambat proses administrasi yang
sedang berjalan sekian lama. Artinya proses administrasi ini harus berlanjut
dulu dengan kesepakatan awal dengan Papua induk.
“Nanti kalau ini berjalan, saham berjalan barulah Provinsi
Papua Tengah sebagai provinsi pemekaran baru duduk bersama dengan Provinsi Papua
induk untuk berbicara mengenai saham 3 persen milik provinsi itu, karena
provinsi induk juga sudah bekerja lama dengan FPHS,” tutur Putra Asli Suku
Amungme ini.
Menurutnya, FPHS sudah lama bekerja memperjuangkan saham ini
jadi Papua Tengah sebagai provinsi baru harus mengapresiasi dan menghargai
kinerja mereka.
“Jadi kesepakatan berjalan dulu, proses administrasi
berjalan, nanti sesudah proses saham itu jalan barulah Papua Tengah sambil
proses itu jalan barulah Papua Tengah membuat Perda untuk pembagian divestasi
dalam hal ini 3 persen, yang dikelola Papua ini mau keterlibatan Papua Tengah
berapa persen, nah itu baru kita masuk di situ,” tegasnya.
Selanjutnya dikatakan Araminus, barulah dilakukan pembicaran
untuk pemindahan dokumen perjanjian kerjasamanya. Namun meski tidak
memungkinkan pun, kita tetap bekerjasama dengan Papua induk karena Papua induk
sudah sepakati ini itu sudah jauh sebelumnya.
“Dan bila perlu kita minta penambahan saham ini dari 10
persen kita tambah lagi sehingga yang dikelola Provinsi Papua itu agak besar supaya
masuk ke Papua Tengahnya ada lagi penambahan. Ini yang bisa saya sikapi mengenai
hal itu supaya tidak boleh ada pihak-pihak apalagi antar pemerintah bermusuhan atau
berdebat antara Papua induk dan Mimika namun harus bersama-sama cari solusi,”
pungkasnya.
Penulis/Editor: Sianturi

