SALAM PAPUA (TIMIKA) – Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Mimika pada Sabtu (19/9/2026) pagi terjadi dalam waktu singkat. Fenomena tersebut dipengaruhi squall line, sementara kondisi kekeringan di wilayah Mimika masih berlangsung.
Forecaster BMKG Mozes Kilangin Timika, Muhammad An Nafi’ Gymnastiar, menjelaskan squall line merupakan formasi awan yang memanjang seperti garis dan dapat membawa hujan lebat dalam waktu singkat.
Menurutnya, hujan yang terjadi pagi tadi tidak berlangsung lama karena terdorong angin dengan kecepatan sekitar 10 knot. Kondisi kekeringan yang dipengaruhi fenomena El Nino, kata dia, masih berpotensi berlangsung hingga 2027.
“Untuk cuaca di Mimika sendiri masih berdampak kekeringan. Hujan hanya terjadi sebentar di waktu tertentu, tidak intens seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelas Gymnastiar saat ditemui salampapua.com di ruang Forecaster, Sabtu (19/9/2026).
Ia mengatakan, prakiraan cuaca tiga hari ke depan menunjukkan kondisi berawan dengan peluang hujan sesaat. Namun, hujan tersebut belum cukup untuk mengurangi dampak kekeringan yang masih terjadi.
Gymnastiar mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air bersih dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika terjadi angin kencang.
Ia juga meminta masyarakat menggunakan masker apabila kondisi udara kembali terdampak kabut asap.
“Kabut asap saat ini terbawa angin sehingga tidak terlalu terlihat, tapi ke depan masih berpotensi muncul. Jadi masyarakat perlu lebih waspada,” pungkasnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi