SALAM PAPUA (TIMIKA) - Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Mimika memastikan seluruh program pertanian tahun 2026 tetap berjalan secara berkelanjutan.

Kepala Distanbun Kabupaten Mimika, Alice Irene Wanma mengatakan bahwa tahun 2026, sejumlah bidang di bawah Distanbun telah menyiapkan dan melaksanakan berbagai kegiatan strategis, khususnya di sektor perkebunan, hortikultura, dan tanaman pangan. Di bidang perkebunan, Distanbun Mimika menerima dukungan dari pemerintah pusat berupa bantuan penataan sagu di beberapa distrik. Selain itu, pengadaan bibit perkebunan juga tetap dilakukan untuk mendukung produktivitas petani.

Sementara itu, di sektor hortikultura, Distanbun Mimika merencanakan penanaman bawang seluas 4 hektare yang berlokasi di Distrik Wania. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produksi hortikultura lokal serta memperkuat ketersediaan komoditas pangan di daerah.

Untuk bidang tanaman pangan, Alice mengungkapkan, pola dukungan kepada petani tetap dilakukan melalui pengadaan bibit. Namun mekanismenya lebih diarahkan pada pemberdayaan petani, di mana bibit dibeli langsung dari petani itu sendiri. Distanbun berperan membantu proses kontrak dan pendistribusian, sementara penanaman dilakukan oleh petani di lahan masing-masing. Selain bibit, bantuan pupuk kimia dan pupuk organik juga tetap disalurkan.

“Semua program tetap berkelanjutan dan kami fokus mendorong  kemandirian seluruh petani dan ketahanan pangan,” pungkasnya, Selasa (10/2/2026).

Ke depan, Distanbun Mimika mendorong agar kelompok-kelompok petani dapat menjadi mandiri dan tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah. Meski demikian, pemerintah daerah tetap membuka ruang pendampingan dan bantuan lanjutan apabila dibutuhkan.

Membantu petani yang sudah mandiri menurutnya justru akan memperkuat keberlanjutan sektor pertanian karena mereka akan terus mengelola lahannya secara konsisten.

Pada bidang tanaman pangan, Distanbun Mimika juga fokus pada pengembangan jagung hibrida, yang merupakan bahan baku penting pakan ternak dengan kontribusi hingga 50 persen.

"Tahun lalu kami menerima alokasi lahan seluas 400 hektare dari pemerintah pusat. Penanaman telah dimulai sejak Oktober, dengan realisasi sekitar 100 hektare lebih, dan ditargetkan tuntas di beberapa distrik di Kabupaten Mimika,” ujarnya.

Bukan hanya  jagung, komoditas padi juga menjadi perhatian utama. Tahun lalu, Mimika mendapatkan target sekitar 1.000 hektare lahan padi,yang tersebar di Distrik Iwaka dan Distrik Mimika Timur. Tahun ini, merencanakan penanaman 4 hektare padi gogo atau padi otisawa di Distrik Agimuga.

"Program ini diharapkan mendapat dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat, baik OAP maupun non-OAP,” tutupnya.

Penulis: Acik

Editor: Jimmy