SALAM PAPUA (NABIRE) – Bupati Kabupaten Intan Jaya, Aner
Maisini, menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Intan
Jaya akan dikelola oleh masyarakat lokal dengan mengedepankan kearifan lokal.
Menurut Bupati Aner Maisini, pelibatan masyarakat lokal
dalam pengelolaan MBG bertujuan agar program tersebut dapat dikelola secara
mandiri sekaligus mendorong perputaran ekonomi di daerah.
“Kami memilih masyarakat lokal karena mereka bisa mengelola
sendiri. Makanan yang digunakan juga berbasis kearifan lokal, sehingga
perputaran ekonomi dapat terjadi di Intan Jaya,” ujar Aner Maisini kepada
wartawan di Nabire, Papua Tengah, Kamis (5/2/2026).
Ia menjelaskan, terdapat sekitar 13 titik pelaksanaan MBG
yang akan dikelola oleh investor dari kalangan masyarakat lokal. Untuk itu,
Bupati berharap adanya dukungan dari semua pihak agar program tersebut dapat
berjalan dengan baik dan lancar.
Terkait pelaksanaan MBG, Bupati menyampaikan bahwa pihaknya
masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Badan Gizi Nasional (BGN). Ia
menegaskan, seluruh kesiapan di daerah telah rampung.
“Kesiapan sudah ada. Investor sudah siap dengan perlengkapan
dan lokasi. Tinggal menunggu SK dari pusat, setelah itu program akan segera
dijalankan,” jelasnya.
Bupati Aner juga menyampaikan bahwa sektor pendidikan di
Kabupaten Intan Jaya mulai berjalan normal meskipun masih dihadapkan pada
tantangan keamanan. Namun demikian, selama satu tahun terakhir, ia menilai
pendidikan, kesehatan, dan pembangunan sudah mulai berjalan dengan baik.
“Tahun ini kami akan fokus bergeser ke wilayah barat dan
timur. Kami akan memprioritaskan pembangunan rumah layak huni, memperkuat
sektor pendidikan, mengevaluasi kinerja guru, serta menetapkan kepala sekolah,”
ungkapnya.
Ia menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada guru yang
tidak melaksanakan tugas mengajar, termasuk penghentian kajian tunjangan
sebagai bentuk evaluasi kinerja.
Lebih lanjut, Bupati Aner menilai bahwa kepemimpinan
Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah telah menempatkan pendidikan sebagai
program prioritas dalam membangun manusia Papua.
“Provinsi Papua Tengah sebagai Daerah Otonomi Baru telah
meletakkan pendidikan sebagai prioritas utama. Saya rasa ini langkah yang
tepat,” tegasnya.
Ia juga menegaskan komitmen seluruh bupati di wilayah Papua
Tengah untuk mendukung program Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah serta
program Presiden Republik Indonesia.
Penulis: Elias Douw
Editor: Sianturi


