SALAM PAPUA (TIMIKA) – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di
Kabupaten Mimika telah mencapai sekitar 80 persen cakupan, menjadikannya salah
satu daerah dengan capaian tertinggi di Provinsi Papua Tengah. Dewan Perwakilan
Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika berharap hasil pemeriksaan tidak berhenti pada
angka capaian semata, tetapi ditindaklanjuti dengan penanganan medis yang
konkret.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, Reynold Rizal Ubra,
mengatakan dari target 10.000 peserta, lebih dari 8.000 masyarakat telah
memanfaatkan layanan CKG. Program tersebut akan tetap dilanjutkan pada tahun
2026.
“Program CKG tetap kita jalankan di tahun 2026 karena sangat
baik untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Saat ini sudah mencakup
lebih dari 8.000 orang, sementara target kita 10.000,” ujarnya, Selasa
(3/2/2026).
Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan menyeluruh seperti CKG
idealnya dilakukan secara rutin setiap enam bulan untuk mendeteksi risiko
penyakit sejak dini serta mencegah kondisi kesehatan memburuk.
“CKG ini sangat bermanfaat karena bisa mendeteksi penyakit
lebih awal. Dari hasil pemeriksaan, tenaga kesehatan juga bisa memberikan saran
atau rekomendasi sesuai gejala yang ditemukan,” jelas Reynold.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRK Mimika, Herman Gafur,
mengapresiasi pelaksanaan CKG yang digagas Dinkes Mimika, mengingat program
tersebut juga merupakan bagian dari kebijakan nasional di bidang kesehatan.
Namun demikian, ia menekankan pentingnya tindak lanjut
terhadap hasil pemeriksaan yang ditemukan di lapangan.
“Setelah CKG dilakukan dan ditemukan adanya gejala atau
penyakit tertentu, harus ada pemantauan lanjutan. Misalnya dengan pemberian
obat atau rujukan medis yang sesuai,” ujarnya.
Menurut Herman, tanpa tindak lanjut yang jelas, program CKG
tidak akan memberikan dampak maksimal bagi peningkatan derajat kesehatan
masyarakat.
“Kalau hanya pemeriksaan tanpa pemantauan lanjutan, maka
dampaknya tidak akan signifikan. Ini yang perlu menjadi perhatian bersama,”
pungkasnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

