SALAM PAPUA (NABIRE) – Kamar Dagang dan Industri Indonesia
(Kadin) Provinsi Papua Tengah menggelar talkshow dan ramah tamah yang
berlangsung di Aula Resto Jakarta, Jalan Jakarta, Kabupaten Nabire, Rabu sore
(25/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Papua Tengah,
Deinas Geley, unsur Forkopimda, perwakilan OPD di lingkungan Pemerintah
Provinsi Papua Tengah, pengurus KADIN kabupaten, pelaku usaha, tokoh
masyarakat, akademisi, serta para undangan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Deinas Geley menyampaikan apresiasi
atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai wadah dialog, sinergi, dan
kolaborasi dalam mendorong percepatan pembangunan ekonomi di Provinsi Papua
Tengah.
“Atas rahmat dan penyertaan Tuhan, hari ini kita dapat hadir
bersama dalam keadaan sehat untuk mengikuti kegiatan talkshow Kadin Papua
Tengah. Saya menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang sangat baik ini sebagai
ruang membangun kolaborasi demi kemajuan daerah yang kita cintai,” ujarnya.
Wakil Gubernur menjelaskan, Papua Tengah sebagai Daerah
Otonom Baru (DOB) memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang besar dan
beragam di sejumlah kabupaten, mulai dari sektor pertambangan, pertanian,
perkebunan, peternakan, perikanan, hingga pariwisata berbasis kekayaan alam dan
budaya lokal.
Menurutnya, keragaman potensi tersebut harus dikelola secara
terintegrasi dan berkelanjutan agar menjadi fondasi kekuatan ekonomi daerah
yang berpihak kepada rakyat.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi telah menetapkan sejumlah
program prioritas yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat lokal sebagai
pelaku utama pembangunan ekonomi.
Pertama, pengembangan pertambangan rakyat beserta
regulasinya guna memastikan aktivitas pertambangan berjalan legal, tertib, dan
aman, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan kontribusi terhadap
pendapatan daerah.
Kedua, pendirian dan pembinaan koperasi di setiap kabupaten
sebagai fondasi ekonomi rakyat. Koperasi dinilai bukan sekadar badan usaha,
tetapi alat perjuangan ekonomi masyarakat untuk memperoleh akses permodalan,
pemasaran, serta penguatan usaha secara kolektif.
Ketiga, pembukaan dan pengembangan lahan pertanian produktif
sebagai model pertanian modern berbasis produktivitas. Program ini dinilai
strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menciptakan pusat-pusat
pertumbuhan ekonomi baru.
Keempat, pembinaan petani kopi sebagai komoditas unggulan
Papua Tengah. “Kopi Papua Tengah memiliki potensi besar untuk menembus pasar
nasional bahkan internasional. Ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam
harapan dan masa depan ekonomi masyarakat,” katanya.
Kelima, penguatan sektor perikanan yang dinilai memiliki
prospek besar dalam mendukung ketahanan pangan serta peningkatan pendapatan
masyarakat pesisir dan pedalaman.
Di akhir sambutannya, Wakil Gubernur berharap melalui
kegiatan talkshow ini, Kadin Papua Tengah dapat menjadi mitra strategis
pemerintah dalam merumuskan gagasan, inovasi, dan langkah konkret guna
mempercepat pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan
menyejahterakan seluruh masyarakat Papua Tengah.
Penulis: Elias Douw
Editor: Sampe Sianturi

