SALAM PAPUA (TIMIKA) – Aktivitas sejumlah tempat usaha di Jalan Ahmad Yani, Timika, tepatnya di sekitar pertigaan Pin Seluler dan arah Pasar Gorong-gorong, terganggu akibat aksi blokade jalan oleh pendulang emas, Rabu (25/3/2026). Aksi tersebut dipicu kekecewaan para pendulang karena hasil dulang mereka tidak dibeli oleh toko emas.
Para pendulang memblokade jalan menggunakan kayu dan batu,
serta membakar ban bekas dan sampah di tengah jalan. Kepulan asap hitam yang
dihasilkan semakin memperparah kondisi, sehingga arus lalu lintas tidak dapat
berjalan normal.
“Bagaimana mau buka usaha kalau kondisinya seperti ini. Kami
terpaksa tutup warung karena takut dilempar dan dirusak,” ujar salah seorang
pemilik usaha di sekitar lokasi.
Pantauan Salampapua.com hingga pukul 12.35 WIT, para
pendulang masih bertahan di lokasi dengan duduk berkelompok di emperan toko,
kios, dan pinggir jalan. Asap dari pembakaran ban dan sampah masih membumbung,
membuat situasi tetap tidak kondusif.
Sementara itu, personel Polres Mimika yang dipimpin Kasat
Sabhara, Frengky Tethol, masih bersiaga di lokasi guna mengantisipasi
kemungkinan adanya aksi lanjutan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pendulang berharap
Pemerintah Kabupaten Mimika dan DPRK dapat turun langsung ke lokasi untuk
mendengar aspirasi mereka serta mencari solusi atas persoalan yang terjadi.
“Kami harap Pemkab dan DPRK merespons aspirasi kami. Jangan
diam, karena kami juga warga yang ikut mendorong pemasukan daerah melalui
pajak,” ujar salah seorang pendulang.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi


