SALAM PAPUA (TIMIKA) – Jumlah pencari kerja (pencaker) di
Kabupaten Mimika saat ini mencapai sekitar 6.000 orang. Untuk menjawab
tantangan tersebut, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans)
Mimika kembali menyiapkan program pelatihan keterampilan menggunakan dana
Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2026 sebesar Rp12 miliar.
Kepala Disnakertrans Mimika, Paulus Yanengga mengatakan,
berdasarkan data tahun lalu jumlah pencaker di Mimika mencapai sekitar 6.000
orang, di mana sekitar 2.000 di antaranya merupakan Orang Asli Papua (OAP).
Menurutnya, angka tersebut mengalami penurunan dibanding
sebelum pandemi Covid-19 yang sempat mencapai sekitar 12.000 pencaker.
Penurunan itu diperkirakan terjadi karena adanya pembentukan Daerah Otonomi
Baru (DOB) yang membuat pencaker terdistribusi ke wilayah baru.
“Dulu pencaker di Mimika mencapai 12.000, tapi kita
perkirakan karena adanya DOB, pembukaan provinsi, kabupaten, dan kota baru
sehingga pencaker banyak terdistribusi ke daerah-daerah itu,” ujar Paulus,
Sabtu (9/5/2026).
Ia menjelaskan, dalam empat tahun terakhir pihaknya rutin
menyelenggarakan pelatihan keterampilan bagi pencaker OAP dengan memanfaatkan
anggaran Otsus.
Namun, dibanding tahun sebelumnya, anggaran pelatihan tahun
ini mengalami penurunan dari Rp16 miliar menjadi Rp12 miliar. Meski demikian,
Disnakertrans tetap akan memaksimalkan anggaran tersebut untuk pelaksanaan
sembilan kategori pelatihan.
“Empat tahun terakhir kita sudah berikan pelatihan-pelatihan
bagi para pencaker OAP. Kalau tahun lalu anggaran kita Rp16 miliar, tahun ini
Rp12 miliar. Anggaran ini memang menurun dan kita akan memaksimalkan anggaran
tersebut,” jelasnya.
Paulus menambahkan, pada tahun lalu dengan anggaran Rp16
miliar pihaknya mampu melatih sekitar 600 peserta. Sementara tahun ini jumlah
peserta kemungkinan disesuaikan menjadi sekitar 400 orang mengikuti kemampuan
anggaran yang tersedia.
“Kalau tahun lalu bisa 600 peserta, mungkin tahun ini kita
sesuaikan dengan anggaran menjadi sekitar 400 peserta. Kami berharap dengan
pelatihan ini pencaker bisa lebih mudah mendapatkan pekerjaan karena telah
memiliki skill dan sertifikasi,” tutupnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

