SALAM PAPUA (TIMIKA)- Eldest daughter syndrome adalah pola
perilaku yang banyak ditemukan pada anak perempuan pertama. Karena ekspektasi
dan tanggung jawab yang diberikan keluarga sering kali lebih besar, anak sulung
perempuan cenderung tumbuh menjadi sosok yang mandiri, perfeksionis, dan selalu
berusaha menyenangkan orang lain. Namun di balik itu, tidak sedikit yang
menyimpan rasa lelah dan tekanan yang jarang terlihat.
Dalam banyak keluarga, anak sulung, baik perempuan maupun
laki-laki, kerap dituntut untuk menjadi panutan dan contoh buat adik-adiknya.
Ia diminta menjaga adik, membantu pekerjaan rumah, bahkan menjadi “tangan
kanan” orang tua saat dibutuhkan. Kondisi inilah yang kerap membuat seorang
anak bisa mengalami eldest daughter syndrome.
Perlu dipahami bahwa eldest daughter syndrome bukanlah
istilah medis atau gangguan psikologis, melainkan gambaran kecenderungan sifat
dan pengalaman yang sering dialami anak perempuan sulung.
Pengertian Eldest Daughter Syndrome
Istilah eldest daughter syndrome muncul dari pembahasan
tentang urutan kelahiran dan pengaruhnya terhadap kepribadian. Anak pertama,
termasuk anak perempuan pertama, sering kali dibesarkan dengan tanggung jawab
lebih besar dibandingkan adik-adiknya.
Sejak kecil, anak sulung perempuan mungkin sudah terbiasa
diminta mengalah, membantu, atau menjadi contoh yang baik. Lambat laun,
kebiasaan ini membentuk karakter yang kuat, mandiri, dan berjiwa pemimpin.
Sekilas, eldest daughter syndrome terlihat membawa banyak sisi positif, ya.
Namun, di sisi lain, tekanan untuk selalu bisa diandalkan
juga dapat membuat anak perempuan pertama merasa takut gagal. Ia bisa merasa
harus selalu kuat dan tidak boleh menunjukkan kelemahan. Jika dibiarkan
terus-menerus tanpa dukungan emosional yang cukup, kondisi ini dapat memicu
stres dan kecemasan.
Meski begitu, penting untuk diingat bahwa kepribadian
seseorang tidak hanya ditentukan oleh urutan kelahiran. Pola asuh, lingkungan,
pengalaman hidup, dan karakter bawaan juga sangat berperan.
Ciri-Ciri Eldest Daughter Syndrome yang Perlu Dikenali
Tanda-tanda eldest daughter syndrome biasanya terlihat dari
pola pikir dan perilaku sehari-hari. Berikut adalah beberapa ciri yang cukup
sering ditemukan:
1. Mandiri sejak dini
Sejak memiliki adik, anak sulung perempuan biasanya mulai
terbiasa melakukan banyak hal sendiri. Ia belajar makan, berpakaian, atau
menyelesaikan tugas tanpa terlalu sering meminta bantuan.
Kemandirian ini tentu menjadi nilai positif. Namun, bila ia
merasa harus selalu bisa sendiri dan enggan bergantung pada siapa pun,
lama-kelamaan hal ini bisa membuatnya merasa kesepian.
2. Bertanggung jawab
Karena sering dipercaya mengurus adik atau membantu orang
tua, ia tumbuh dengan rasa tanggung jawab yang kuat. Ia cenderung serius saat
diberi tugas dan berusaha menyelesaikannya sampai tuntas.
Di sisi lain, ia bisa merasa bersalah berlebihan jika
terjadi masalah di rumah. Padahal, tidak semua hal adalah tanggung jawabnya
sepenuhnya.
3. Perfeksionis
Ekspektasi keluarga yang tinggi sering membuat anak
perempuan pertama ingin memberikan hasil terbaik. Ia takut mengecewakan orang
tua atau dianggap kurang mampu.
Keinginan untuk selalu sempurna ini bisa memotivasi. Namun,
jika standar yang dipasang terlalu tinggi, ia mudah merasa tidak puas dan terus
mengkritik dirinya sendiri.
4. Berjiwa pemimpin
Sebagai kakak, ia sering menjadi contoh bagi adik-adiknya.
Tanpa disadari, hal ini melatihnya untuk mengambil keputusan dan bersikap
tegas. Kemampuan memimpin ini sangat bermanfaat di sekolah maupun dunia kerja.
Akan tetapi, ia juga bisa merasa terbebani karena harus selalu terlihat kuat
dan yakin.
5. Punya Empati Tinggi
Karena terbiasa menjaga dan membantu, anak sulung perempuan
biasanya peka terhadap kebutuhan orang lain. Ia mudah memahami perasaan
keluarga atau teman-temannya.
Empati ini membuatnya disukai banyak orang. Namun, jika
tidak diimbangi batasan yang sehat, ia bisa terlalu sering mengorbankan dirinya
demi orang lain.
6. Mudah stres dan cemas
Tekanan untuk selalu menjadi andalan dapat membuatnya
menyimpan banyak beban pikiran. Ia mungkin tampak tenang di luar, tetapi
sebenarnya merasa lelah secara emosional.
Jika dibiarkan, stres akibat eldest daughter syndrome bisa
memengaruhi kualitas tidur, konsentrasi, dan suasana hati sehari-hari.
7. Kurang percaya diri
Meski terlihat mampu, sebagian anak perempuan pertama merasa
apa yang dilakukannya belum cukup baik. Ia membandingkan diri dengan standar
yang sangat tinggi.
Rasa kurang percaya diri ini bisa muncul karena takut gagal
atau takut mengecewakan keluarga. Dukungan yang hangat sangat dibutuhkan agar
ia merasa dihargai apa adanya.
8. Cenderung suka mengatur
Karena terbiasa memegang tanggung jawab, ia ingin memastikan
segala sesuatu berjalan sesuai rencana. Ia bisa merasa tidak tenang jika
keadaan terlihat berantakan.
Sikap ini kadang membantu menjaga keteraturan. Namun, bila
terlalu dominan, hubungan dengan adik atau teman bisa menjadi kurang harmonis.
(Sumber: Alodokter)
Editor: Sianturi

