SALAM PAPUA (TIMIKA) – Persemi Mimika menyoroti faktor non-teknis sebagai penyebab kekalahan mereka, terutama terkait insiden gol yang dinilai berawal dari posisi offside namun tetap disahkan oleh wasit dan Panitia Pelaksana (Panpel) dalam pertandingan Liga 4 Papua Tengah di Stadion Wania Imipi, Timika, Kabupaten Mimika, Senin (15/3/2026).

Ketua Persemi Mimika, Septinus Timang mengatakan, pertandingan yang berlangsung cukup sengit tersebut tetap dianggap sebagai laga yang luar biasa, meskipun timnya harus menerima kekalahan.

Menurutnya, kekalahan yang dialami Persemi bukan semata karena faktor teknis permainan di lapangan, melainkan dipengaruhi oleh sejumlah keputusan yang dinilai kontroversial.

“Pertama kita lihat dari wasit yang memimpin pertandingan tidak menjalankan instruksi sebagaimana mestinya. Gol dari Persipani tadi menurut kami merupakan offside, karena terlihat bendera hakim garis sudah diangkat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya merasa kecewa atas kejadian tersebut karena dinilai mempengaruhi jalannya pertandingan yang kemudian berlanjut hingga adu penalti.

“Ini bukan pertandingan kampung, tetapi ini Liga 4. Tentunya kita mencari bibit-bibit pemain unggul dari pertandingan seperti ini. Karena itu kami berharap ada evaluasi terhadap panitia pelaksana Liga 4 Papua Tengah,” jelas Timang.

Timang menambahkan, pada pertandingan selanjutnya Persemi Mimika akan menghadapi Persido Dogiyai dalam perebutan peringkat ketiga.

“Besok tim akan bermain dengan harapan bisa tampil maksimal dan meraih kemenangan sehingga mendapatkan posisi juara tiga,” pungkasnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi