SALAM PAPUA (TIMIKA) – Koordinator pendulang emas di
Kabupaten Mimika, Simon Victor Rahanjaan, angkat bicara terkait aksi blokade
jalan yang dilakukan para pendulang di pertigaan Pin Seluler, Jalan Ahmad Yani,
Sabtu (28/2/2026) malam.
Simon yang juga dikenal sebagai pegiat hukum menyebut, aksi
tersebut dipicu oleh sejumlah persoalan yang selama ini dikeluhkan para
pendulang. Salah satunya isu dugaan “deal-dealan” antara oknum aparat keamanan
dan pemilik toko emas.
Selain itu, ia menyoroti kebiasaan sejumlah toko emas yang
menutup operasional saat harga emas melonjak dengan alasan kehabisan uang
tunai.
“Ini kebiasaan buruk. Sengaja untuk menurunkan harga emas
dari pendulang, mereka tutup toko, sehingga pendulang membuat keributan,” ujar
Simon saat melakukan mediasi langsung bersama para pendulang di lokasi
pemalangan.
Menurutnya, para pemilik toko emas semestinya menyadari
bahwa aktivitas pendulangan turut mendorong perputaran ekonomi di Timika. Ia
menyebut para pendulang sebagai salah satu motor penggerak peredaran uang di
daerah tersebut.
“Permainan bisnis yang menyebabkan para pendulang ini bikin
aksi,” katanya.
Meski demikian, demi menjaga situasi tetap kondusif, para
pendulang akhirnya sepakat menghentikan aksi blokade jalan.
Sebagai koordinator, Simon mengaku telah berkoordinasi
dengan Polres Mimika untuk mencari solusi, termasuk membuka peluang
menghadirkan investor yang dapat membeli hasil dulangan para pendulang.
“Para pendulang ini tidak berharap situasi Timika kacau
terus. Tetapi karena urusan perut, makanya mereka beraksi,” ujarnya.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi

