SALAM PAPUA (TIMIKA) – Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Mimika dan UPBU Mozes Kilangin Timika menjadi sorotan publik.

Anggota DPRK Mimika, Adrian Andhika Thie, mengatakan RDP tersebut membahas sejumlah isu penting, mulai dari tata kelola bandara hingga rekrutmen tenaga kerja. Namun, ketidakhadiran Kepala UPBU dan Dinas Perhubungan Mimika sesuai jadwal memicu perdebatan dalam forum.

“RDP ini menyangkut pelayanan publik. Dijadwalkan jam 10, tapi Dishub tidak datang dan UPBU hadir jam 11. Ini yang kami sayangkan karena menyangkut kedisiplinan,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Adrian menilai dinamika dan perdebatan dalam RDP merupakan hal wajar dalam fungsi pengawasan legislatif. Ia juga menyoroti perlunya pengelolaan profesional di Bandar Udara Mozes Kilangin agar memberi citra positif bagi daerah.

“Bertahun-tahun ini kita suarakan. Termasuk soal perekrutan tenaga kerja, kalau bisa lebih menonjolkan anak-anak Papua, Amungme dan Kamoro sebagai wajah Kabupaten Mimika di bandara,” jelasnya.

Ia menambahkan, tata kelola bandara harus profesional dan transparan, serta perlu sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Pasalnya, pembangunan fasilitas bandara bersumber dari APBN dan turut didukung APBD.

Menurutnya, potensi retribusi, parkir, dan sektor pendukung lainnya harus dikelola optimal untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mempermudah akses pelayanan masyarakat.

“Kita ingin pelayanan yang adil, terbuka, dan profesional. Bandara adalah citra Mimika, jadi pengelolaannya harus benar-benar maksimal,” tutupnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi