SALAM PAPUA (TIMIKA)- Ada beberapa minuman yang tidak boleh
dikonsumsi ibu hamil. Alasannya, karena minuman tersebut bisa membahayakan
kesehatan ibu dan janin. Bahkan, ada juga minuman yang katanya bisa menyebabkan
keguguran, lho.
Saat hamil, Bumil memang perlu lebih selektif saat memilih
minuman, sebab tidak semuanya aman dikonsumsi. Minuman yang sebaiknya tidak
dikonsumsi oleh ibu hamil meliputi minuman yang mengandung soda, kafein, atau
alkohol. Jenis minuman tersebut diketahui memiliki efek buruk bagi ibu hamil
maupun janin.
Memang benar adanya bahwa apa yang dikonsumsi ketika hamil
akan menentukan nutrisi yang diperoleh janin. Oleh karena itu, tidak hanya
selektif dalam memilih makanan, Bumil pun perlu berhati-hati ketika meneguk
tiap minuman. Ada beragam minuman yang tidak boleh dikonsumsi ibu hamil, yaitu:
1. Minuman beralkohol
Minuman beralkohol masuk ke dalam daftar pertama minuman
yang tidak boleh dikonsumsi ibu hamil. Kandungan alkohol dapat diserap oleh
aliran darah dan masuk ke plasenta, sehingga janin juga bisa “ikut meminumnya”.
Hal ini bisa menyebabkan janin mengalami fetal alcohol
syndrome. Kondisi ini ditandai dengan munculnya kelainan fisik, gangguan
intelektual, dan masalah pada perilaku sosial anak
Konsumsi minuman beralkohol selama hamil juga bisa
meningkatkan risiko terjadinya keguguran dan janin meninggal di dalam kandungan
(stillbirth).
2. Minuman manis
Konsumsi minuman manis, seperti es buah, es boba, atau sirop
aneka warna, perlu Bumil hindari selama hamil. Minuman tinggi gula bisa
meningkatkan risiko Bumil mengalami diabetes gestasional, preeklamsia, dan
kelahiran prematur. Berat badan Bumil pun bisa melonjak akibat terlalu sering
minum minuman manis.
Bahkan, berdasarkan beberapa penelitian, minum minuman manis
selama hamil bisa memengaruhi fungsi kognitif buah hati setelah ia lahir.
3. Minuman berkafein
Kopi, sebagian jenis teh, dan cokelat mengandung kafein.
Saat hamil, Bumil dianjurkan untuk tidak mengonsumsi kafein lebih dari 200 mg
per hari atau setara dengan 2 cangkir kopi. Mengonsumsi kafein terlalu banyak
bisa meningkatkan risiko terjadinya keguguran dan bayi lahir dengan berat badan
rendah.
4. Minuman bersoda
Satu kaleng minuman bersoda mengandung sekitar 30–55 mg
kafein. Rasanya yang manis dan enak bisa membuat Bumil tidak sadar telah
mengonsumsi minuman ini dalam jumlan banyak. Padahal, bila Bumil minum lebih
dari 4 kaleng sehari, Bumil sudah melewati batas konsumsi kafein harian yang
dianjurkan.
Belum lagi jika minuman bersodanya mengandung gula. Hal ini
juga bisa memicu peningkatan berat badan yang berlebihan selama hamil.
Akibatnya, risiko terjadinya obesitas hingga diabetes gestasional pun akan
meningkat.
Hal-hal tersebut bisa mengakibatkan tumbuh kembang janin
tidak maksimal dan berat badannya cenderung lebih kecil dari ukuran normalnya.
5. Susu yang tidak dipasteurisasi
Minum susu sapi yang berasal langsung dari peternakan memang
terkesan menyegarkan ya, Bumil. Namun, susu segar yang belum dipasteurisasi
berisiko mengandung bakteri Listeria monocytogenes yang bisa menyebabkan
penyakit listeriosis.
Kondisi ini bisa mengakibatkan kelahiran prematur,
keguguran, janin meninggal di dalam kandungan, serta bayi lahir dengan infeksi
berat.
6. Jamu
Jamu digadang-gadang memiliki beragam manfaat kesehatan.
Meski begitu, sebaiknya Bumil tidak mengonsumsi jamu saat hamil, ya. Beberapa
jamu, khususnya jamu yang mengandung daun mint, sage, rosemary, dan rumput
fatimah, justru bisa memicu kontraksi yang bisa menyebabkan keguguran di
trimester pertama.
Selain itu, proses pembuatan jamu rumahan atau jamu gendong
pun belum tentu terjamin kebersihan dan keamanannya. Hal ini bisa meningkatkan
risiko Bumil terpapar kuman penyebab infeksi.
Itulah keenam minuman yang tidak boleh dikonsumsi ibu hamil.
Selain bisa membahayakan kesehatan sang ibu, janin pun berisiko tinggi
meninggal dunia sebelum dilahirkan. Jika Bumil masih memiliki pertanyaan
terkait beragam minuman di atas atau ingin bertanya seputar kesehatan saat
hamil, Bumil bisa berkonsultasi dengan dokter, ya. (Sumber: Alodokter)
Editor: Sianturi

