SALAM PAPUA (TIMIKA) – Gelombang dukungan atas kritik
Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa terkait pelaksanaan AI Ignition Road
to Timika makin masif.
Setelah dari Fraksi PDI Perjuangan DPRK Mimika, kali ini
dari Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mimika, Kristoforus
Toffy.
Kristo dengan tegas mendukung kritik Gubernur Meki Nawipa
tersebut karena dipandang kegiatan tersebut telah melangkahi etika teritorial
wilayah Provinsi Papua Tengah, yang absen koordinasi dengan pihak Pemerintah
Provinsi Papua Tengah melalui Gubernur sebagai orang nomor 1 di wilayah
tersebut.
Kristo mengungkapkan, GMNI Cabang Mimika menyoroti terkait
kebutuhan primer pendidikan di Kabupaten Mimika yang harus lebih berfokus ke
daerah-daerah pesisir dan pegunungan.
Kristo sependapat dengan ungkapan Gubernur Meki Nawipa bahwa
kebutuhan primer Pendidikan di Papua Tengah termasuk di Kabupaten Mimika saat
ini adalah terkait penguatan kompetensi untuk membaca, menulis dan berhitung.
Menurut dia, pelatihan AI bukan tidak penting, namun yang
menjadi pertanyaan mendasarnya adalah bagaimana mungkin bisa memberikan
pelatihan AI bagi siswa-siswi yang dalam hal membaca dan menulisnya masih
lemah?
“Pelatihan AI ini dipandang hanya sekedar program berbasis
mencari popularitas semata, karena jauh dari kebutuhan primer pendidikan di
Kabupaten Mimika, khususnya di wilayah pesisir dan pegunungan,” tegasnya.
Dia menambahkan, panitia pelaksana AI Ignition Road to
Timika harusnya menjawab kebutuhan-kebutuhan dasar pendidikan khususnya di
wilayah pesisir Mimika, selain perihal penguatan membaca, menulis dan berhitung,
juga terkait kebutuhan sarana dan prasarana penunjang pendidikan.
“Secara khusus di wilayah pesisir Mimika, contohnya untuk pelaksanaan
test kompetensi akademik (TKA) bagi siswa-siswi, masih terkendala dengan
peralatan komputer serta sarana listrik dan internet yang jauh dari memadai.
Ini harusnya yang menjadi fokus penguatan pendidikan di Mimika,” ungkapnya.
Penulis/Editor: Jimmy


