SALAM PAPUA (TIMIKA) – Aktivitas pendulangan emas di Kampung Pronggo, Distrik Mimika Barat Tengah, terus meningkat. Warga setempat setiap hari turun ke Kali Awaruga untuk mencari emas sebagai sumber utama penghasilan.

Kepala Kampung Pronggo, Timotius Atapea, mengatakan sebanyak 174 kepala keluarga (KK) rutin melakukan aktivitas pendulangan sejak dini hari.

“Jam 05.00 subuh masyarakat sudah berangkat dari kampung menuju Kali Awaruga. Mereka bekerja sampai sekitar pukul 18.00, lalu kembali ke kampung sekitar pukul 20.00,” ujarnya saat ditemui, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, lokasi pendulangan di Kali Awaruga telah dimanfaatkan masyarakat sejak lama, bahkan sebelum berkembangnya lokasi dulang lain di wilayah Kapiraya.

Hasil dulangan emas warga dijual langsung kepada pengepul yang berada di wilayah tersebut. Saat ini, harga emas berada di kisaran Rp1.100.000 per gram, meskipun bersifat fluktuatif.

“Ada tiga pengepul yang membeli hasil dulangan masyarakat. Harganya sekitar satu juta seratus ribu per gram, tapi kadang bisa naik atau turun,” jelasnya.

Selain mendulang emas, masyarakat Pronggo juga tetap memanfaatkan sumber daya alam lainnya, seperti menangkap udang dan kepiting bakau atau karaka. Namun, aktivitas ini dilakukan berdasarkan permintaan dari pengepul.

“Udang dibeli sekitar Rp30 ribu per kilogram. Sementara karaka tergantung ukuran, ada yang Rp30 ribu sampai Rp50 ribu per ekor,” tambahnya.

Timotius menuturkan, kombinasi antara pendulangan emas dan hasil tangkapan laut menjadi penopang utama ekonomi masyarakat di kampung tersebut.

Meski memberikan penghasilan, aktivitas ini juga menunjukkan ketergantungan tinggi masyarakat terhadap sumber daya alam, baik di sungai maupun pesisir.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi