SALAM PAPUA (TIMIKA) – Pemerintah Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, mulai mengambil langkah serius untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan dengan mempersiapkan RSUD Elvrida Sara Kenyam. Hal ini juga bertujuan untuk menyediakan layanan yang lebih baik dan komprehensif.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengirim lima putra-putri asli Nduga untuk mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada tahun ini.

Selain itu, lima lulusan SMA asal Nduga juga akan disekolahkan di kampus yang sama untuk menempuh pendidikan dokter umum. Bupati Nduga, Yoas Beon, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan status dan mjutu layanan rumah sakit.

“Kami baru melakukan kick off akreditasi RS Elvrida Sara pada 9 April 2026 di Nduga. Ini bagian dari mimpi besar kami agar rumah sakit ini bisa naik kelas dan memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya saat ditemui di Timika, Jumat.

Ia mengakui, meski telah dibangun sekitar 6–7 tahun lalu, operasional RSUD Elvrida Sara belum berjalan optimal, baik dari sisi manajemen maupun kelengkapan fasilitas medis. Akibatnya, masyarakat Nduga masih banyak dirujuk ke Timika dan Wamena untuk mendapatkan layanan kesehatan.

“Selama ini masyarakat lebih banyak berobat ke luar daerah seperti ke Timika dan Wamena. Ini yang ingin kami benahi,” tegasnya.

Menurut Yoas, dalam empat bulan ke depan pihaknya akan menyiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan agar dapat memenuhi syarat peningkatan status rumah sakit melalui Kementerian Kesehatan.

Ia juga menyebut adanya dukungan dari pemerintah pusat, termasuk peluang pembiayaan pendidikan dokter spesialis bagi putra-putri daerah. Program pengiriman dokter ini dinilai penting karena tenaga medis lokal dinilai lebih memahami kondisi sosial dan bahasa masyarakat setempat.

“Sebagian besar masyarakat kami belum fasih berbahasa Indonesia. Kehadiran dokter asli Nduga akan membuat pelayanan lebih efektif dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Kelima dokter yang akan mengikuti PPDS tersebut ditargetkan kembali ke Nduga setelah menyelesaikan pendidikan selama empat tahun, sesuai kebutuhan spesialisasi yang masih kurang di daerah tersebut.

Pemkab Nduga juga berencana menambah dua dokter spesialis lagi pada tahun mendatang untuk memenuhi standar minimal tujuh dokter spesialis bagi rumah sakit tipe C.

“Kami akan mengikat mereka dengan kontrak agar setelah selesai pendidikan bisa kembali mengabdi di Nduga,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Elvrida Sara, Dr Nataniel Hadi, menegaskan bahwa peningkatan kualitas rumah sakit tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada ketersediaan sumber daya manusia.

“Percuma fasilitas lengkap kalau tidak didukung tenaga medis yang memadai. Karena itu kami sangat bersyukur lima dokter ini siap melanjutkan pendidikan spesialis,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kementerian Kesehatan juga berencana membangun RSUD Elvrida Sara menjadi rumah sakit tipe C pada 2027 melalui Program Hasil Terbaik Cepat PHTC) atau sering disebut Quick Win. Untuk itu, kesiapan SDM menjadi prioritas utama.

Adapun lima dokter yang akan mengikuti PPDS antara lain dr. Tonci Ubruangge, dr. Siti Kogoya, dr. Novia Nirigi, dr. Ferdinan dan dr Yoas Lokbere, dengan rencana mengambil spesialis anak, penyakit dalam, kandungan, bedah, dan anestesi.

Selain itu, pada 2027 Pemkab Nduga juga akan mengirim dokter untuk spesialis patologi klinik dan radiologi. Dalam waktu dekat, RSUD Elvrida Sara juga akan mendapatkan tambahan tenaga dokter spesialis, termasuk spesialis penyakit dalam, anak, dan paru.

Saat ini, proses akreditasi tengah didampingi oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS), dengan target dalam tiga bulan ke depan rumah sakit tersebut siap mengikuti penilaian.

Pemkab Nduga berharap seluruh langkah ini dapat mempercepat pemerataan layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan akses akibat kondisi geografis dan pengungsian di sejumlah wilayah.

Penulis/Editor: Sianturi