SALAM PAPUA (TIMIKA) – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Mimika, Emanuel Kemong, menegaskan bahwa pelaksanaan program MBG di wilayah pedalaman tidak bisa dilakukan secara instan seperti di wilayah perkotaan.

Menurutnya, saat ini Satgas masih melakukan pemetaan menyeluruh, mulai dari kondisi geografis, akses transportasi, kesiapan dapur sekolah, hingga pendekatan dengan masyarakat dan aparat kampung.

“Untuk wilayah pedalaman itu harus memiliki beberapa tahapan. Jangan sampai kita sudah buka MBG di sana, tetapi masyarakat menolak atau ada kendala lain. Jadi memang butuh pendekatan khusus dan pemetaannya,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Ia menjelaskan, tim akan melakukan survei untuk mengidentifikasi wilayah-wilayah yang siap menjalankan program MBG, termasuk melihat potensi sumber daya lokal yang bisa dimanfaatkan.

“Kita fokus pada hasil daerah masing-masing. Kalau wilayah tersebut menghasilkan umbi-umbian, maka MBG disesuaikan dengan hasil panen masyarakat setempat. Jadi bukan hanya menjalankan program, tetapi juga menghidupkan penghasilan masyarakat,” jelasnya.

Emanuel berharap, program MBG ke depan dapat terintegrasi dengan berbagai sektor seperti koperasi, kelompok tani, hingga peternak sebagai penopang utama rantai pasok. Komoditas seperti sayuran, buah-buahan, hingga ternak seperti ayam diharapkan dapat menjadi bagian dari program tersebut.

Ia menambahkan, untuk wilayah pesisir, sebagian sekolah sebenarnya sudah menjalankan program makan gratis melalui Dinas Pendidikan, namun masih perlu pengembangan agar lebih merata dan terintegrasi.

“Saya harap MBG ini bisa berjalan baik, baik di kota maupun nantinya di pedalaman,” tutupnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi