SALAM PAPUA (NABIRE) – Mahasiswa dan masyarakat asal Kabupaten Puncak menggelar aksi unjuk rasa di Nabire, Papua Tengah, Senin (27/4/2026), dengan menyuarakan tuntutan penarikan aparat non-organik serta pengusutan kasus meninggalnya 10 warga sipil di Kampung Kemburu, Kabupaten Puncak.

Pantauan di lapangan, aksi berlangsung di lima titik, yakni Siriwini, depan Hotel Adamant, Kali Susu Asrama Puncak Nabire, Karang Mulia, dan Pasar Karang Tumaritis. Massa mulai melakukan orasi sekitar pukul 08.02 WIT dengan pengawalan aparat gabungan TNI-Polri.

Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah pamflet berisi tuntutan kepada pemerintah pusat dan daerah. Salah satu tuntutan utama adalah meminta Presiden RI, Prabowo Subianto, menarik militer non-organik dari Papua serta mengusut tuntas dugaan pembunuhan 10 warga sipil di Kemburu, Kabupaten Puncak.

Selain itu, massa juga menyampaikan lima poin tuntutan, yakni: Menangkap, memecat, dan mengadili pelaku pembunuhan 10 warga sipil di Kemburu, Puncak. Mendesak Presiden RI menghentikan penambahan pasukan dan menarik TNI non-organik dari Papua.

Mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan lembaga kemanusiaan internasional menaruh perhatian terhadap dugaan pelanggaran HAM di Papua. Mendesak DPR Papua Tengah dan DPR Papua Tengah membentuk panitia khusus (pansus). Dan mendesak pemerintah kabupaten dan provinsi memenuhi hak-hak dasar para pengungsi secara terorganisir selama masa pengungsian.

Dalam orasinya, perwakilan mahasiswa bernama Eko Vinsent menilai berbagai kasus kekerasan di Papua belum dituntaskan secara adil.

“Saat ini, pelaku utama pembunuhan terhadap rakyat sipil orang asli Papua adalah TNI-Polri,” tegasnya dalam orasi.

Massa juga mendesak Kapolda Papua Tengah, legislatif, dan pemerintah provinsi segera melakukan investigasi serta memproses hukum pelaku kasus kematian warga sipil di Puncak dan Dogiyai.

Mereka meminta Menteri HAM dan lembaga independen di Papua turun langsung ke lokasi kejadian untuk mengungkap fakta-fakta di lapangan. Hingga berita ini diterbitkan sekitar pukul 14.07 WIT, massa dari lima titik aksi telah berkumpul di Kantor DPR Papua Tengah dan masih melanjutkan orasi.

Penulis: Elias Douw

Editor: Sianturi