SALAM PAPUA (TIMIKA) - Hari ini sebanyak 2.000 tabung
LPG tiba di Timika, sebuah langkah penting untuk meredakan tekanan pasokan
setelah kenaikan harga beberapa waktu lalu.
Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten
(DPRK) Mimika, Adrian Andhika Thie menyampaikan harapan agar agen resmi tidak
hanya menyalurkan ke gudang utama, tetapi juga segera mendistribusikan ke
outlet-outlet kecil agar masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan LPG.
Hal ini ia sampaikan usai melakukan koordinasi bersama Dinas
Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang menyebutkan bahwa hari ini
2.000 stok LPG masuk ke Timika. Pengiriman LPG ini dari Makassar dan Surabaya,
dan persoalan transportasi juga menjadi salah satu alasan kelangkaan LPG di
wilayah Indonesia Timur.
“Kita memang di Timika terhambat karena transportasi, dan
kuota kita pun dikurangi hingga 60 persen. Namun hari ini 2.000 LPG masuk, kami
harap tidak ada penimbunan di agen. Kalau bisa agen segera mendistribusikan ke
outletnya,” ujarnya saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (6/5/2026).
Ia menjelaskan, di Timika ada tiga agen LPG, namun yang
berjualan lancar hanya satu agen, sehingga hal inilah yang menyebabkan
masyarakat kesulitan mendapatkan LPG. Sedangkan saat ini kebutuhan masyarakat
terhadap LPG terus meningkat.
“Kalau LPG ini diserahkan di outlet maka masyarakat bisa
lebih mudah mendapatkan LPG. Kalau hanya di satu agen, akhirnya setiap hari ada
yang masuk langsung habis karena masyarakat antre di satu agen. Dan kesannya
LPG ditimbun agen,” jelas Adrian.
Adrian juga menghimbau kepada masyarakat apabila menemukan
agen menimbun LPG, segera melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib agar
dapat ditindaklanjuti. Dan tentunya DPR bersama Pemkab Mimika berupaya
melakukan pengawasan terhadap kelangkaan LPG di Timika.
“Kami bersama Pemkab tentunya terus mengawasi penjualan LPG
ini. Namun kami juga berharap adanya kerjasama masyarakat, apabila menemukan
agen menimbun LPG, segera laporkan. Kita harap ini juga jadi atensi agen LPG,
jangan sampai stok LPG ini membuat keresahan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Penulis: Evita
Editor: Jimmy

