SALAM PAPUA (TIMIKA) - Papua Ultimate bersama SMP Yayasan Pendidikan Jayawijaya (YPJ) Kuala Kencana sukses menggelar Papua Youth Hat Tournament Frisbee 2026. Sebuah ajang yang mempertemukan pelajar dan komunitas muda Papua dalam semangat sportivitas dan persahabatan.

Turnamen ini diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari Kuala Kencana dan Timika, terbagi dalam lima tim melalui format Hat Tournament, yaitu sistem pembagian tim secara acak dan seimbang berdasarkan pengalaman, usia, dan keterampilan. Pertandingan berlangsung dengan menjunjung tinggi sportivitas serta nilai Spirit of the Game.

Olahraga frisbee merupakan olahraga tim yang dimainkan menggunakan piring terbang. Olahraga ini merupakan kombinasi dari basket, voli, dan American football. Dalam pertandingan, masing-masing tim terdiri dari tujuh pemain yang melempar piring terbang dari satu pemain ke pemain lainnya hingga melewati garis akhir di area lawan.

Keunikan dari olahraga ini adalah tidak menggunakan wasit (self-officiated), sehingga setiap pemain dituntut memahami aturan permainan serta menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas. Selain itu, frisbee juga merupakan olahraga non-kontak.

Pelatih Papua Ultimate, Rachel Lorenzen mengatakan, perlombaan ini dilakukan pada 2 Mei 2026 dan telah diinisiasi oleh siswa-siswi Community Project, Kelompok 23 SMP YPJ KK.

“Kami bangga terhadap siswa-siswi Community Project, Kelompok 23 yang telah menginisiasi dan melaksanakan turnamen ini dengan baik, dengan bekerja sama dengan Papua Ultimate,” ujarnya kepada salampapua.com, Rabu (6/5/2026).

Selain kompetisi, kegiatan ini menghadirkan Spirit Circle usai setiap laga sebagai bentuk refleksi dan apresiasi antar tim.

Penghargaan Most Valuable Player (MVP) dan Spirit of the Game turut diberikan untuk menanamkan nilai kejujuran, rasa hormat, dan kebersamaan. Turnamen ini juga menggunakan format Divisi Campuran (Mixed) yang menggabungkan pemain laki-laki dan perempuan dalam satu tim.

“Kompetisi ini dimenangkan oleh tim Enggang sebagai juara pertama, sementara penghargaan Best Spirit Team diberikan kepada tim Anggrek. Para pemenang memperoleh medali, sertifikat, serta cinderamata yang diserahkan oleh para siswa SMP YPJ Kuala Kencana pelaksana Community Project, Kelompok 23,” jelas Rachel.

Kegiatan ini juga untuk memperkenalkan olahraga ultimate frisbee di Papua sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran bagi siswa dalam melaksanakan aksi layanan kepada masyarakat secara kolaboratif.

Ia menambahkan, dalam kompetensi ini pun dihadiri Dinas Pendidikan (Disdik) Mimika yang diwakili Kepala Bidang SMA/SMK Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Nius Wenda, yang juga mendukung dan mendorong penuh pengembangan potensi pelajar, dengan harapan kegiatan ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

Untuk diketahui, kegiatan ini didukung PT Freeport Indonesia dalam hal penggunaan lapangan untuk komunitas Kuala Kencana. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang dan berkembang menjadi agenda tahunan yang melibatkan lebih banyak pelajar dan komunitas.

Penulis: Evita

Editor: Jimmy